Share

Kasus Covid-19 Meningkat, Perlukah Indonesia Lockdown? Ini Kata Satgas!

Kevi Laras, Jurnalis · Jum'at 04 November 2022 14:45 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi (foto: Istimewa)

IKATAN dokter indonesia (IDI) menyoroti kasus Covid-19 yang beberapa hari ini meningkat sampai 3.000 perharinya. Hal ini beriringan dengan temuan kasus Covid-19 varian baru XBB.

Sebagaimana diketahui varian XBB menyebabkan kenaikan kasus secara signifikan di negara tetangga Singapura, hingga 50% lebih didominasi varian XBB ini. Lantas apakah Indonesia perlu lockdown?

 kasus harian covid kembali meningkat

Menurut Satgas Covid-19 IDI dr Erlina tidak direkomendasikan karena penerapan aturan terkait Covid-19 juga menyangkut berbagai aspek kehidupan, seperti kesehatan dan ekonomi serta aktivitas masyarakat. Hal ini bisa memberatkan masyarakat, maka perlu adanya ketentuan dibarengi dengan pencegahan agar semuanya tetap berjalan.

"Tidak ada pembicaraan soal ini untuk merekomendasikan lockdown, karena ini banyak sekali dampaknya. Terutama dampak di luar dari kesehatan, kita tahu bahwa psbb saja masyarakat sangat keberatan terutama soal Ekonomi," kata Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Dr. dr. Erlina Burhan, MSc., Sp.P.(K) dalam Media Briefing secara online, Kamis (3/11/2022)

Kendatinya, ia mengimbau agar masyarakat tetap mematuhi peraturan yang ada. Dimulai dari protokol kesehatan (Prokes) dan vaksinasi, sebab keduanya memberikan perlindungan dari kegawatan saat terinfeksi Covid-19.

Follow Berita Okezone di Google News

Meskipun situasi Covid-19, dinilai sudah membuat banyak orang lelah dan lengah, sehingga prokes atau vaksinasi pun kendor. Disinyalir juga menyebabkan kasus Covid-19 meningkat.

"Kami merekomendasikan kepada masyarakat silahkan beraktivitas tapi tetapkan protokol kesehatan, karena covid 19 ini masih berlangsung dan terjadi lonjakan kasus. Salah satu imbauan kepada masyarakat untuk kembali menetapkan protokol kesehatan, karena disinyalir saat ini (kasus meningkat) akibat prokes dari masyarakat itu sendiri sudah mulai lengah," jelas dr Erlina.

1
2