Share

Mengenal Gangguan Bipolar, Kondisi yang Dialami Selena Gomez

Tim Okezone, Jurnalis · Jum'at 04 November 2022 10:50 WIB
$detail['images_title']
Selena Gomez. (foto: Instagram)

FILM dokumenter yang mengisahkan kehidupan penyanyi sekaligus aktris, Selena Gomez baru saja dirilis. Film itu bercerita tentang perjuangan Selena menghadapi masalah kesehatan mentalnya selama enam tahun trakhir.

Teaser yang dibagikan di TikTok menunjukkan perempuan 30 tahun itu didiagnosis dengan gangguan bipolar.

 Selena Gomez alami gangguan bipolar

"Ketika saya pertama kali mengetahuinya, saya tidak tahu bagaimana saya mengatasi diagnosis tersebut," kata Gomez. "Bagaimana jika itu terjadi lagi? Bagaimana jika lain kali, saya tidak bisa kembali? Saya harus terus mempelajarinya. Saya harus menjalaninya hari demi hari."

Gomez pertama kali mengungkapkan diagnosis gangguan bipolarnya pada tahun 2015 dan akhirnya rehat sejenak dari kesibukannya untuk fokus pada kesehatannya.

Dikutip dari Healthline, gangguan bipolar adalah penyakit mental yang ditandai oleh perubahan suasana hati yang ekstrem dan sulit ditebak. Gejalanya bisa memengaruhi suasana hati yang sangat tinggi yang disebut mania, dan penderita juga dapat menjelma seketika menjadi sedih ataupun depresif.

Ketika gejala depresi muncul, Anda pun bisa merasa putus asa, sedih, atau kehilangan minat. Saat suasana hati berubah menjadi mania atau hipomania, Anda mungkin merasa euforia, penuh energi, atau sangat mudah tersinggung.

Perubahan suasana hati tersebut dapat memengaruhi tidur, energi, aktivitas, penilaian, perilaku, dan kemampuan berpikir jernih.

Follow Berita Okezone di Google News

Ada beberapa fakta tentang gangguan bipolar dilansir dari Times Now News.

1. Gangguan bipolar dapat memburuk selama kehamilan

Wanita hamil cenderung merasakan lebih banyak gejala daripada biasanya. Episode mania dan depresi sering terjadi selama kehamilan. Kehamilan berkaitan dengan perubahan hormon yang dapat memicu gejala dan episode bipolar pada wanita.

 bipolar memburuk saat hamil

2. Bisa merasakan mania dan depresi pada saat yang sama

Kondisi ini dikenal sebagai mania campuran. Di mana Anda akan merasa gembira dan tertekan pada saat yang bersamaan. Ini memiliki dampak yang sangat kuat pada kesehatan mental dan dapat memperburuk kondisi.

3. Gangguan bipolar juga menyerang anak-anak

Orang umumnya percaya bahwa tanda-tanda gangguan bipolar mulai terlihat pada akhir usia 20-an tetapi ini tidak benar. Itu juga dapat mempengaruhi anak-anak. Anak-anak mengalami serangan parah yang bisa berbahaya. Seringkali sulit untuk mendeteksi bipolar pada anak-anak.

4. Ada 3 jenis gangguan bipolar

Gangguan bipolar lebih dari sekadar fluktuasi suasana hati. Ini dari tiga jenis yang berbeda, gangguan bipolar I, gangguan bipolar II, dan gangguan siklotimik. Ada juga variasi gejala dari setiap jenis kelainan.

5. Tidak ada pola fluktuasi mood yang tetap

Episode gangguan bipolar juga bisa bersifat individual dan berbeda pada setiap orang. Seseorang bisa mengalami mania berkepanjangan selama berminggu-minggu dan kemudian episode depresi pendek atau sebaliknya.

6. Gangguan bipolar tidak mudah didiagnosis 

Gangguan bipolar sering disalahartikan sebagai depresi. Ini membutuhkan riwayat medis yang signifikan dan perhatian yang cermat perlu diberikan untuk mencatat fluktuasi suasana hati dan frekuensinya.

1
3