Share

Doyan Makan Berlebihan, Kenali Bahayanya untuk Tubuh!

Raden Yusuf Nayamenggala, Jurnalis · Selasa 01 November 2022 21:00 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi (Foto: Ist)

KETIKA melihat makanan-makanan lezat yang lewat di beranda media sosial, hasrat ingin menyantapnya pun bergejolak. Tak ayal ponsel langsung mengarah ke layanan pesan antar, untuk bisa segera menikmatinya dirumah seraya menonton film di layanan streaming.

Terkadang bahkan tidak hanya satu makanan yang dipesan, tapi berbagai jenis karena 'lapar mata'. Dari mulai Bakso, Pizza, Martabak, Donat, Seblak, Mie Ayam, Croffle, Ayam Geprek, dan sebagainya.

 makanan berlebihan

Alhasil, karena lapar mata, banyak makanan yang terbuang atau tersisa akibat sudah kekenyangan, karena makan yang terlalu berlebihan. Kebiasaan tersebut bahkan berkali-kali berulang.

Padahal, kebiasaan makan berlebih bisa memberikan banyak dampak buruk bagi kesehatan. Menurut ahli gizi, masih banyak orang yang tidak sadar mengalami gejala kolesterol dan hipertensi akibat kebiasaan makan yang berlebihan.

Dokter Spesialis Gizi Klinik Konsultan dr. Ida Gunawan menuturkan, bahwa makan yang berlebihan bisa mengakibatkan berbagai penyakit tidak menular. Antara lain yakni diabetes, kolesterol, jantung dan hipertensi.

"Over nutrition atau nutrisi berlebih menyebabkan banyak penyakit dan orang banyak yang tidak sadar. Ingat kemarin vaksin COVID-19 banyak yang enggak bisa karena pas ditensi, tekanan darahnya sampai 180 tapi enggak sadar karena enggak ada keluhan," ucap dr. Ida pada sebuah konferensi pers beberapa waktu lalu. 

Follow Berita Okezone di Google News

Menurut dr. Ida, untuk mencegah hipertensi dan diabetes, memerlukan kesadaran dalam mengubah kebiasaan makan. Dia mengatakan, masih banyak orang yang tidak mengerti atau salah kaprah soal porsi makan. Seperti contoh porsi snack lebih besar dibanding makan utama, atau porsi makan malam lebih besar dari makan siang.

Kemudian, melewatkan waktu sarapan serta snack pun bisa membaut rang menjadi kalap saat makan siang. Dampaknya, apabila kamu makan berlebihan, maka akan membuat organ tubuh kamu harus bekerja keras untuk mencerna makanan.

Dokter Ida pun mengatakan, untuk porsi makan bisa mencontoh Kemenkes yakni 'isi Piringku'. Di mana separuh piring diisi sayur buah, sepertiganya protein hewani dan nabati, seperempatnya karbohidrat. Dalam hal ini karbohidrat tidak melulu harus nasi, melainkan ada kentang dan ubi.

Untuk perubahan pola makan, dr. Ida menjelaskan, bahwa tidak bisa dilakukan langsung, melainkan bisa secara bertahap untuk menciptakan kebiasaan.

"Kalau belum terbiasa, belajar step by step, lama-lama pasti bisa," tutupnya.

1
2