Share

Menkes Segera Beli Obat Fomepizole dari Jepang dan Amerika untuk Pasien Gangguan Ginjal Akut

Kevi Laras, Jurnalis · Rabu 26 Oktober 2022 17:57 WIB
$detail['images_title']
Menkes Budi, (Foto: Youtube Sekretariat Presiden)

KEMENTERIAN Kesehatan terus berupaya menambah pasokan antidote Fomepizole, obat penawar untuk para pasien gangguan ginjal akut yang sampai saat ini sudah mencapai 255 kasus.

Tidak hanya dari Singapura dan Australia, Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, mengatakan ia tengah mengupayakan pembelian Fomepizole dari dua negara lainnya, segera Amerika Serikat dan Jepang.

Ia menyebut, saat ini proses pembelian Fomepizole masih dalam tahap finalisasi dari kedua negara tersebut.

“Sekarang kita lagi finalisasi untuk beli dari Amerika dan Jepang," kata Menkes Budi dalam acara Gerakan Nasional Aksi Bergizi di Jakarta, Rabu (26/10/2022)

Sebelumnya, Indonesia diketahui sudah memesan Fomepizole dari Singapura, lebih dari 200 vial. Fomepizole dinilai efektif untuk dijadikan obat bagi para pasien gangguan ginjal akut, mengingat terjadi perbaikan kondisi dari para pasien.

Follow Berita Okezone di Google News

"Oleh karena obatnya (Fomepizole) efikasinya keampuhannya bagus, kemarin saya datang ke Singapura. Saya minta lagi dikasih 10, (oleh) Australia kan sudah dikasih 16,” kata Menkes Budi lagi.

Mengatasi maraknya kasus gangguan ginjal akut pada anak saat ini, salah satunya dengan mendatangkan obat Fomepizole. Menkes Budi tak menampik, Indonesia membutuhkan bantuan dari banyak negara lain, karena obat ini termasuk kategori obat langka.

"Obat ini masih langka ya, jadi mesti dibantu. Saya telepon Menkes Singapura dan Australia langsung," tutupnya singkat.

 BACA JUGA: Varian XBB dengan BA.4 dan BA.5, Lebih Bahaya Mana?

BACA JUGA:Waspada Air Jakarta Terkontaminasi Tinja, Jernih Tak Jamin Bebas dari Limbah

1
2
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Okezone.com tidak terlibat dalam materi konten ini.