Share

Sering Sakit Kepala dan Mata Lelah? Bisa Jadi Kena Penyakit Rabun Dekat

Asthesia Dhea Cantika, Jurnalis · Jum'at 21 Oktober 2022 10:53 WIB
$detail['images_title']
Rabun Dekat (Foto: Times Of India)

RABUN dekat atau hipermetropi adalah gangguan mata dimana penderita tidak dapat melihat benda dalam jarak dekat. Kondisi ini umumnya terjadi pada usia dewasa terutama lansia.

Kondisi ini dapat diatasi dengan menggunakan kacamata berlensa plus. Lantas, apa pengertian rabun dekat? Bagaimana gejala, penyebab, faktor risiko, dan pencegahannya? Untuk memahaminya, simak rangkuman okezone, berikut ini.

Rabun dekat

Melansir dari Healthline, rabun dekat adalah kondisi mata yang akan lebih mudah fokus atau jelas dalam melihat objek yang berada di kejauhan. Sementara, objek yang dekat akan tampak tak jelas, kabur dan buram.

Diketahui terdapat beberapa tingkat rabun dekat, tergantung pada kemampuan mata untuk fokus pada objek jarak dekat. Umumnya, rabun dekat dapat dikoreksi dengan kacamata resep atau lensa kontak, namun beberapa orang menjalani operasi refraktif.

Follow Berita Okezone di Google News

Melansir dari Web MD, orang yang mengalami rabun dekat akan memiliki beberapa gejala yang dirasakan, antara lain:

-Mengalami kesulitan fokus pada objek terdekat

-Merasakan sakit kepala

-Penglihatan akan kabur

-Merasakan ketegangan pada mata

-Merasakan kelelahan atau sakit kepala setelah Anda melakukan tugas jarak dekat seperti membaca

Melansir dari Healthline, terdapat beberapa penyebab dari rabun dekat, antara lain:

-Memiliki kornea yang rata

-Memiliki bola mata pendek

-Memiliki orang tua dengan rabun dekat

Rabun dekat bukanlah kondisi yang dapat dicegah, namun Anda dapat melakukan hal-hal berikut ini untuk merawat mata.

Secara berkala lakukan pemeriksaan mata untuk membantu mendeteksi masalah sejak dini.

Secara rutin lakukan pemeriksaan tahunan jika memiliki kondisi kronis yang dapat memengaruhi penglihatan Anda, seperti tekanan darah tinggi atau diabetes.

Jika memiliki masalah mata yang berkelanjutan, seperti glaukoma, ikuti perawatan dokter.

Demikian pemahaman terkait rabun dekat yang tak banyak orang tahu. Alangkah baiknya menjaga kesehatan mata agar tak mengalami kondisi mata satu ini.

(RIN)

1
3