Share

Syarat Wajib Vaksin Meningitis Calon Jamaah Umrah, Kemenkes: Ikut Aturan Pemerintah Arab Saudi

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 21 Oktober 2022 15:48 WIB
$detail['images_title']
Vaksinasi calon jamaah umrah, (Foto: Dinkes Jabar)

KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) RI diketahui menetapkan aturan wajib vaksin Meningitis Meningokokus (MM) untuk para calon jamaah umrah. Sebagian pihak menilai, aturan kebijakan ini dianggap memberatkan para calon jamaah.

Ramainya isu perihal syarat vaksin meningitis ini pun langsung ditanggapi oleh Kemenkes. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, menegaskan kalau kebijakan vaksin MM bukan dibuat atas dasar keputusan sepihak pemerintah Indonesia, tapi memang mengikuti aturan yang berlaku dari pihak pemerintah Arab Saudi.

"Aturan vaksin MM untuk calon jamaah umrah itu, bukan aturan yang dibuat sendiri oleh Kemenkes RI, tapi aturan dari Kementerian Kesehatan Arab Saudi sebagai syarat perjalanan," tegas Siti Nadia saat dihubungi MNC Portal, Jumat (21/10/2022).

Aturan pemberlakuan vaksin meningitis tersebut, sama halnya dengan kewajiban vaksinasi Covid-19 untuk para calon jamaah.

"Aturan vaksin MM itu sama dengan vaksin Covid-19, yang memang diminta oleh Kementerian Kesehatan Arab Saudi," tambah dr. Siti Nadia.

Jika memang ada perubahan akan keputusan terbaru dari Kemenkes Arab Saudi soal vaksin MM ini, dr. Nadia mengatakan pihak Kemenkes Indonesia pasti akan mengikuti arahan.

"Kami pasti ikut arahan," imbuhnya singkat.

Follow Berita Okezone di Google News

Sebelumnya sebagai informasui, Sekjen Afiliasi Mandiri Penyelenggara Umrah Haji (AMPUH) Tri Winarto meminta aturan perihal kebijaksanaan Kemenkes untuk tidak memaksakan para calon jamaah umrah melakukan vaksin Meningitis Meningokokus (MM).

Tri menyebut, alasannya kini sudah tidak diwajibkan oleh pemerintah Arab Saudi sebagai syarat pelaksanaan ibadah umrah.

"Solusinya dalam hal ini, Kemenkes harus bijaksana, tidak memaksakan aturan wajib bagi jamaah umrah. Buktinya Arab Saudi, tidak menanyakan apa pun kepada jamaah sehubungan dengan vaksin (meningitis) ini," kata Tri saat dihubungi MNC Portal, Jumat (21/10/2022).

Menanggapi pernyataan Tri, dr. Siti Nadia langsung bertanya balik apa bukti konkrit jika pemerintah yakni Kementerian Kesehatan Arab Saudi tidak mewajibkan soal vaksin meningitis.

"Buktinya mana (bahwa Pemerintah Arab Saudi tidak lagi mewajibkan vaksin MM jadi syarat pelaksanaan ibadah umrah)?,” tandas dr. Nadia.

Dalam kesempatan yang sama, ia pun memberikan dokumen lengkap dalam bentuk Pdf yang berjudul Health Regulation En MoH Saudi Arabia, berisi persyaratan kesehatan dan rekomendasi untuk calon jamaah umrah dan haji 1443 H (2022).

(Foto: tangkapan layar dokumen PDF-Kemenkes RI) 

Terlihat di dalam dokumen ada kebijakan yang mengatur soal vaksin yang harus diterima calon jamaah umrah sebelum tiba di Arab Saudi, termasuk Covid-19 dan Meningitis Meningokokus (MM).

Pada poin vaksin MM, tertulis semua pelancong baik itu domestik atau internasional, dewasa dan anak-anak berusia di atas 1 tahun yang tiba untuk umrah, haji, atau untuk pekerjaan musiman di zona haji, diminta untuk menyerahkan sertifikat vaksinasi MM valid yang diterima. Setidaknya 10 hari sebelum kedatangan ke Arab Saudi. 

(Foto: tangkapan layar dokumen PDF-Kemenkes RI) 

Selain itu, terdapat juga bukti ilmiah saat ini yang menunjukkan bahwa vaksin konjugasi aman dan efektif untuk mereka yang berusia di atas 55 tahun.

Selanjutnya, Otoritas Kesehatan negara asal jamaah harus memastikan vaksinnya dalam masa berlaku yang aman dan pastikan bahwa jenis vaksin ditunjukkan dengan jelas dalam sertifikat vaksinasi.

Pasalnya, jika jenis vaksin tidak tertera pada sertifikat, maka akan dianggap valid selama 3 tahun saja.

1
3