Share

Penyakit Kronis Itu Turunan Gak Sih? Begini Penjelasan Dokter Spesialis

Kevi Laras, Jurnalis · Sabtu 15 Oktober 2022 11:07 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi Medical Checkup. (Foto: Shutterstock)

MENGETAHUI apa yang terjadi dengan tubuh kita memang sangat penting. Oleh karena itu pengecekan kesehatan atau biasa disebut dengan medical chekup.

Hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah kita memiliki penyakit akut atau mungkin penyakit kronis. Penyakit akut sendiri, adalah penyakit yang muncul secara tiba-tiba, sedangkan penyakit kronis adalah kondisi yang bertahan lebih lama.

Pemahaman masyarakat secara umum terkait penyakit kronis belum memadai. Contohnya masih banyak mungkin bertanya-tanya apakah penyakit kronis turunan atau bukan?.

Menurut dr Endemina dokter spesialis penyakit dalam menerangkan bahwa penyakit kronis yang timbul memiliki dua faktor risiko. Pertama faktor genetik (tidak bisa diubah) atau keturunan dan kedua faktor bukan genetik (bisa diubah).

Penyakit Kronis

"Jadi kita lihat dulu, ada namanya faktor risiko yang bisa diubah dan tidak bisa diubah. Kalau tidak bisa diubah yaitu faktor genetik, kemudian usia dan jenis kelamin," ungkap dr Endemina Theresia Sp.Pd-Finasim, Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSHB dalam Health Talk Tips Menghindari Penyakit Kronis Agar Hidup Menjadi Lebih Manis di Inews Tower, Kamis (14/10/2022)

Pada faktor kedua yaitu bisa diubah, Endemina mengatakan penyakit kronis jauh lebih mudah diatasi. Bila dibandingkan yang merupakan bawaan genetik.

Namun keduanya (genetik dan bukan) sama-sama bisa diatasi dengan perubahan gaya hidup sehat. Penyakit kronis yang dijelaskan dr Endemina adalah hipertensi, diabetes dan kolesterol, dan sebagainya.

Follow Berita Okezone di Google News

"Kalau bisa diubah yaitu kadar gula dan garam yang terlalu tinggi bisa sebabkan hipertensi yang dikonsumsi, kurangnya aktivitas fisik, dan stres jadi kita lihat faktor risiko yang ada dan kita bisa ubah," sambungnya.

Sementara untuk datanya, fakta usia 18 tahun ke atas diketahui mencapai 20% sudah mengalami penyakit kronis. Namun dr Endemina mengatakan usia 40-50 tahun lebih mendominasi kasus karena dampak dari pola hidup saat usia muda.

"Kalau untuk itu tidak terlalu banyak sekitar 20% untuk usia di atas 18 tahun, yang banyak itu pada usia 40-50 tahun," jelas dr Endemina.

"Kalau usia 30 tidak terlalu banyak karena saya bilang apa yang kita lakukan diusia muda baru, akan muncul diusia lanjut kecuali faktor genetiknya kuat," ucapnya.

1
2