Share

5 Juta Kematian Akibat Resistensi Antimikroba, WHO: AMR Diam-diam Jadi Pandemi

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 12 Oktober 2022 16:24 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi (Foto: Freepik)

ANCAMAN kesehatan masyarakat global yang dihadapi masyarakat dunia saat ini, nyatanya bukan hanya infeksi Covid-19.

Selain penyakit infeksi seperti infeksi Covid-19 atau pun cacara monyet, menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), resistensi antimikroba (AMR) juga menjadi pandemi. Lebih tepatnya silent pandemic, alias diam-diam tak disadari banyak orang telah menjadi pandemi global.

"Menurut data kami, AMR adalah 1 dari 10 permasalahan kesehatan paling berbahaya yang dihadapi manusia. Itu kenapa kami sebut resistensi antimikroba sebagai 'the silent pandemic'," kata Technical Officer (AMR) WHO Indonesia, Mukta Sharma dalam gelaran media briefing 'Resistensi Antimikroba, Si Pandemi Senyap', Rabu (12/10/2022).

Merujuk pada catatan data WHO, masalah AMR angka kasusnya jauh lebih tinggi dibanding TBC, HIV, mau pun malaria. Inilah kenapa, WHO menilai masalah AMR begitu mengkhawatirkan keselamatan nyawa manusia.

" Secara global, 5 juta orang meninggal akibat AMR, baik secara langsung maupun tidak langsung," beber Mukta.

"Bahkan, di dunia per 3 menit ada 1 bayi yang meninggal dunia tanpa sebab," lanjutnya.

Follow Berita Okezone di Google News

Dampak yang ditimbulkan akibat AMR nyatanya merembet juga ke sistem kesehatan yang lain. Tindakan operasi medis seperti dental dan transplantasi jantung juga akan terganggu.

Jika seseorang 20 sampai 30 tahun ke depan ternyata terdiagnosis resistensi antimikroba, mereka enggak bisa menjalani dental surgery atau transplantasi jantung. Mengingat, tindakan medis tersebut sangat bergantung pada antibiotik," ungkap Mukta.

Ketika hal ini sampai terjadi, sangat mungkin di masa mendatang akan banyak orang yang meninggal dunia akibat infeksi kecil sekali pun.

Disebutkan lebih lanjut, jika dilihat angka statistiknya, WHO mencatat angka kasus meninggal akibat Covid-19 di seluruh dunia sekitar 6,5 juta jiwa. Ini adalah angka kumulatif dari kurang lebih 3 tahun pandemi berlangsung.

Sedangkan di sisi lain, tercatat sudah 5 juta manusia meninggal dunia akibat AMR hanya dalam kurun waktu satu tahun saja. Tak heran, WHO menyebut bahwa resistensi antimikroba adalah 'the silent pandemic'.

 BACA JUGA:Pembiayaan Capai Rp9 Triliun, Menkes Budi: Penyakit Kardiovaskular Paling Beban

BACA JUGA:WHO: Wabah Kolera Melonjak di Seluruh Dunia dengan Tingkat Kematian Meningkat

1
2