Share

Polisi Sebut Gas Air Mata Tak Mematikan, CDC: Pada Kondisi Tertentu Bisa Akibatkan Kematian

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 11 Oktober 2022 15:45 WIB
$detail['images_title']
Tragedi Stadion Kanjuruhan, (Foto: MPI)

TENGAH ramai pernyataan terkait gas air mata yang disebutkan Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo, yang menyebutkan bahwasanya gas air mata dalam skala tertinggi sekali pun tidak mematikan.

"Mengutip dari pendapat guru besar Universitas Udayana, ahli di bidang toksikologi (racun) termasuk dokter Mas Ayu Elita Hafizah, bahwa gas air mata dalam skala tinggi pun tidak mematikan," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo dalam jumpa pers, baru-baru ini.

Dalam rilis Polri yang diterima MNC Portal, diterangkan bahwa menurut laporan Scientific American, gas air mata memiliki senyawa kimia untuk mengaktifkan TRPA1 dan TRPV1 berbeda. Artinya, gas air mata bisa dibagi menjadi dua kelompok kategori sesuai komponen senyawa kimia penyusunnya.

Salah satu agen yang mampu mengaktifkan reseptor TRPA1, yakni 2-chlorobenzalmalononitrile atau gas CS. Agen yang bertindak sebagai senyawa kimia yang mengandung klor dan bertiup ke udara sebagai partikel halus.

Ahli dari Universitas Duke, Sven-Eric Jordt mengungkapkan, senyawa kimia ini bisa menempel di benda dan bisa bertahan.

"Mereka sebenarnya tersebar dengan membakar, dan menempel pada kulit atau pakaian serta bisa bertahan untuk sementara waktu," ujar Sven-Eric Jordt.

Dengan kata lain, zat tersebut bereaksi secara kimia dengan biomolekul dan protein pada tubuh manusia yang bisa menyebabkan sensasi terbakar. Meskipun ada rasa sensasi terbakar yang cukup parah, tapi agen ini tidak mematikan.

Follow Berita Okezone di Google News

Selain gas CS, belakangan ini ada agen lain yang digunakan untuk mengaktifkan reseptor TRPV1, yaitu gas CR (benzodiazepine) dan gas CN (kloroasetofenon). Keduanya diketahui bisa memberikan efek lebih kuat dibanding gas CS.

Ini artinya, meski gas air mata tidak mematikan, namun tetap ada dampak buruk pada kesehatan tubuh. Contohnya, mata memerah dari penonton kericuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang beberapa waktu lalu yang foto-fotonya ramai beredar di sosial media.

Selain mata merah, efek negatif dari paparan gas air mata seperti diterangkan Dokter Spesialis Telinga, Hidung, Tenggorokan, dan Kepala Leher (THT-KL) RS Akademik UGM, dr. Anton Sony Wibowo, SpTHT-KL, paparan gas air mata terlebih dengan jumlah banyak, bisa menyebabkan masalah untuk organ pernapasan, mata, maupun kulit.

"Gas air mata berbahaya bagi mata, saluran napas (hidung, mulut, tenggorokan, dan paru-paru), serta kulit," kata kata dr. Anton, dikutip dari dalam keterangan resminya di laman UGM, Selasa (11/10/2022).

Reaksi gas air mata yang terpapar ke kulit dapat menimbulkan iritasi. Kalau saluran napas yang terpapar, itu bisa mengiritasi selaput mukosa saluran napas yang menyebabkan sesak napas atau kesulitan bernapas.

"Pada kondisi tertentu dapat berakibat fatal," tegas dr Anton.

Bukan hanya dalam jumlah banyak, paparan gas air mata pun bisa berdampak fatal jika paparannya berlangsung lama, dosisnya tinggi, dan dilakukan di ruangan tertutup. Merujuk Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), pada situasi tertentu ternyata paparan gas air mata bisa membahayakan nyawa, bahkan di situasi ekstrim memang bisa menyebabkan kematian.

Menurut CDC dampak fatal itu meliputi kebutaan, Glaukoma atau kondisi mata serius yang dapat menyebabkan kebutaan, kematian segera karena ada luka bakar kimia parah di tenggorokan dan paru-paru, hingga terjadinya kegagalan pernapasan yang mungkin mengakibatkan kematian, seperti dikutip dari laman resmi CDC.

Tidak hanya itu, kondisi tubuh dari orang yang terpapar gas air mata juga bisa mengalami iritasi mata parah, sensasi terbakar, penglihatan kabur, hingga kemerahan. Kemudian hidung meler, sensasi terbakar di hidung, dan bengkak, iritasi di mulut, kesulitan menelan, dan sensasi terbakar di mulut, kulit terbakar dan ruam, serta merasa mual hingga muntah.

 BACA JUGA:Waspada, Depresi Gangguan Suasana Hati Ternyata Memicu Penyakit Kronis

BACA JUGA:4 Penyebab Sariawan yang Menyiksa, Salah Satunya Karena Alergi Pasta Gigi

1
3