Share

Waspada Leptospirosis, Penyakit Kencing Tikus yang Kerap Muncul saat Banjir

Wiwie Heriyani, Jurnalis · Minggu 09 Oktober 2022 10:31 WIB
$detail['images_title']
Penyakit kencing tikus berpotensi besar muncul saat musim hujan (Foto: Medicaldaily)

BERBAGAI macam penyakit yang kerap muncul saat musim hujan perlu diwaspadai oleh masyarakat. Tak hanya flu, demam, hingga diare, salah satu penyakit yang perlu diwaspadai saat musim hujan tiba yakni Leptospirosis.

Penyakit yang masih cukup asing di telinga masyarakat Indonesia ini merupakan penyakit langka yang disebabkan oleh infeksi bakteri Leptospira interrogans.

Lantas, apa itu penyakit Leptospirosis? Apa saja gejala-gejalanya? Berikut ulasannya, dikutip dari berbagai sumber, Minggu, (9/10/2022).

Leptospirosis

Bakteri Leptospira yang ditimbulkan dari Leptospirosis dapat menyebar melalui urine atau darah hewan yang terinfeksi. Beberapa hewan yang bisa menjadi perantara penyebaran leptospirosis yakni tikus, anjing, sapi, dan babi.

Penyebaran Leptospirosis dapat terjadi melalui air atau tanah yang telah terkontaminasi urine hewan pembawa bakteri Leptospira. Seseorang dapat terserang leptospirosis, jika terkena urine hewan tersebut atau kontak dengan air atau tanah yang telah terkontaminasi. Karenanya, penyakit ini berpotensi besar muncul saat banjir. 

Selain itu, Leptospirosis adalah penyakit zoonosis, yakni dapat menginfeksi manusia sekaligus sesama hewan, seperti anjing ke sesama anjing. Infeksi bakteri ini banyak terjadi di daerah beriklim tropis yang memiliki curah hujan tinggi seperti Indonesia.

Gejala Leptospirosis

Gejala Leptospirosis umumnya tidak muncul sama sekali pada beberapa kasus. Namun, pada kebanyakan penderita yang telah terpapar bakteri Leptospira, biasanya akan mengalami beberapa gejala yang muncul dalam 2 hari hingga 4 minggu.

Beberapa gejala awal tersebut yakni mulai dari demam tinggi dan menggigil, sakit kepala, diare, mual dan muntah, tidak nafsu makan, nyeri otot, sakit mata, dan bintik-bintik merah pada kulit.

Follow Berita Okezone di Google News

Keluhan di atas biasanya pulih dalam waktu 1 minggu. Namun, pada sebagian kasus, penderita dapat mengalami penyakit leptospirosis tahap kedua, yang disebut dengan penyakit Weil. Penyakit ini terjadi akibat peradangan yang disebabkan oleh infeksi.

Penyakit Weil dapat berkembang 1–3 hari setelah gejala leptospirosis muncul. Keluhan yang muncul bervariasi, tergantung pada organ mana yang terinfeksi.

Gejala dan tanda pada penyakit Weil antara lain demam, penyakit kuning, sulit buang air kecil, sesak napas, nyeri dada, hingga pembengkakan pada tangan dan kaki, serta batuk berdarah.*

1
2