Share

7 Jenis Penyakit Kulit Abadi, Anda Idap Salah Satunya?

Astri Lawrensia, Jurnalis · Sabtu 08 Oktober 2022 22:25 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi penyakit kulit, (Foto: Freepik)

MEMILIKI penyakit kulit memang sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama biasanya akibat rasa gatal dan sakit yang ditimbulkan.

Menariknya, banyak juga orang yang sering tidak menyadari bahwa dirinya memiliki penyakit kulit karena tidak menimbulkan gejala signifikan yang mengganggu.

Termasuk penyakit kulit yang ternyata merupakan kategori penyakit kulit abadi, yakni kondisi kulit yang bisa berlangsung sepanjang hidup seseorang. Beberapa kasus dimulai pada masa kanak-kanak dan berlanjut hingga dewasa. Dalam beberapa kasus, gejalanya tidak selalu ada tetapi muncul pada waktu-waktu tertentu.

Apa saja yang termasuk ke dalam penyakit kulit abadi tersebut? Apakah Anda memiliki salah satunya? simak penjelasannya, merangkum dari Medical News Today, Sabtu (8/10/2022).

1. Dermatitis seboroik : Pada bayi biasanya disebut sebagai cradle cap, bercak berminyak dan bersisik yang terbentuk di kulit bayi terutama pada kulit kepala. Pada orang dewasa, dermatitis seboroik bisa muncul di mana saja di tubuh Kulit yang terkena mungkin tampak kemerahan, bengkak, dan berminyak, serta kerak putih atau kuning mungkin muncul di permukaan kulit. Pada orang dengan kulit yang lebih gelap mungkin akan memiliki sisik seperti bunga.

2. Tahi lalat: Pertumbuhan yang terbentuk ketika sel-sel kulit berkumpul bersama dengan jaringan di sekitarnya. Meskipun tidak berbahaya, namun tahi lalat perlu diperhatikan apabila mengalami perubahan ukuran dan bentuk karena berisiko menyebabkan kanker kulit.

Follow Berita Okezone di Google News

3. Rosacea : Ini disebut yang paling sering menyebabkan kemerahan pada wajah. Pada orang dengan kulit gelap, area yang terkena mungkin lebih gelap dan lebih hangat daripada kulit di sekitarnya. Tidak ada obat yang diketahui untuk rosacea, namun untuk gejalanya bisa diobati dengan penggunaan obat antiinflamasi topikal atau oral.

4. Lupus : Merupakan gangguan autoimun yang kompleks, lupus menyebabkan peradangan dan rasa sakit, dan efek spesifiknya dapat bervariasi untuk setiap orang. Lupus dapat menyerang bagian tubuh mana saja. Gejala pada kulit cenderung termasuk bercak atau cincin merah, ruam seperti terbakar sinar matahari di hidung dan pipi, dan ruam melingkar yang tidak gatal atau sakit. Kondisi ini mungkin juga menyebabkan sakit kepala, demam, kelelahan, dan sendi bengkak, kaku, atau nyeri.

 BACA JUGA:Gejala Talasemia Terlihat Mudah Lelah dan Kulit Memucat

BACA JUGA:Waduh, Hanya 28 Provinsi yang Bisa Menyediakan Bedah Jantung Bagi Pasien!

5. Psoriasis : Psoriasis adalah gangguan autoimun. Gejala biasanya termasuk bercak gatal pada kulit dengan penampilan yang tidak biasa. Area kulit yang terkena psoriasis bisa bervariasi dalam ukuran dan tingkat keparahannya. Pada orang dengan kulit putih, area yang terkena biasanya berwarna merah atau merah muda dengan sisik putih. Orang dengan kulit yang lebih gelap, bisa saja bercaknya warna ungu, abu-abu, atau coklat tua. Gejalanya bisa diobati dengan melakukan perawatan kulit atau menggunakan beberapa obat seperti salep kulit.

6. Eksim : Eksim biasanya berkembang pada awal masa anak-anak, tetapi bisa muncul di masa dewasa. Ada beberapa jenis, termasuk dermatitis atopik dan dermatitis kontak. Eksim bisa menyebabkan ruam di sekitar wajah, kulit kepala, siku, leher, pergelangan tangan, pergelangan kaki, atau kaki. Ruam sangat gatal dan bisa menjadi bergelombang, berubah warna, atau menebal. Gejalanya mungkin kurang terlihat pada orang dengan kulit yang lebih gelap.

7. Vitiligo: Vitiligo menyebabkan hilangnya pigmentasi. Ada beberapa jenis vitiligo, namun secara umum semua jenis vitiligo menyebabkan bercak putih di kulit, terutama di area yang sering terkena sinar matahari. Selain itu, orang yang menderita vitiligo juga sering kehilangan warna rambut mereka lebih awal. Saat ini tidak ada obat untuk vitiligo, tetapi ada berbagai perawatan yang bisa dilakukan, contohnya terapi cahaya dan obat-obatan topikal.

1
3