Share

Panas Dingin Bisa Jadi Pertanda Tubuh Alami Infeksi Virus

Destriana Indria Pamungkas, Jurnalis · Jum'at 07 Oktober 2022 11:47 WIB
$detail['images_title']
Panas Dingin (Foto:Freepik)

PANAS dingin atau yang dikenal juga sebagai meriang merupakan sebuah kondisi tubuh mengalami demam. Kebanyakan orang sembuh dari meriang biasa dalam seminggu atau 10 hari.

Gejala mungkin bertahan lebih lama pada mereka yang merokok. Umumnya, Anda tidak memerlukan perhatian medis untuk demam biasa. Namun, jika gejala tidak membaik atau memburuk, temui dokter Anda.

Panas Dingin

Mengutip dari Mayo Clinic, pada kondisi ini, tubuh sebenarnya sedang melawan infeksi dengan menaikkan suhu tubuh.

Cara ini dilakukan tubuh agar bisa pulih lebih cepat. Karena pada umumnya, virus dan bakteri tidak bisa hidup lama di dalam tubuh dengan temperatur yang tinggi.

Durasi panas dingin bisa terjadi dalam sehari atau beberapa hari bahkan dalam hitungan minggu, tergantung penyebabnya. Untuk megenal lebih jauh mengenai panas dingin, berikut informasi selengkapnya.

Follow Berita Okezone di Google News

Gejala panas  dingin pada umumnya berupa:

-Tubuh menggigil atau bergetar. 

-Gigi bergemeletuk atau saling bertabrakan. 

-Munculnya ruam pada kulit. 

Terjadinya panas dingin adalah karena adanya kontraksi pada otot dan rileks secara berurutan. Gerakan-gerakan tersebutlah yang pada akhirnya membuat tubuh panas dan menyebabkan panas dingin. 

Lalu,  suhu di dalam tubuh dapat membantu melawan virus atau bakteri yang tengah menjangkit. Karena virus dan bakteri tidak bisa bertahan hidup di suhu lebih dari 37 derajat Celcius. 

Meski demikian, panas dingin juga bisa terjadi karena beberapa faktor. Seperti:

- Adanya infeksi bakteri pada tubuh, seperti pneumonia, listeria, dan infeksi saluran kemih. 

-Adanya infeksi virus, seperti yang menyebabkan flu. 

-Penyakit kanker. 

-Mengkonsumsi obat-obatan tertentu. 

-Mabuk. 

-Hipoglikemia yang terjadi pada penderita diabetes. 

-Hot flushes atau berkeringat pada malam hari, salah satu gejala menopouse. 

-Panic attack atau serangan panik. 

-Adanya infeksi parasit. 

-Sepsis. 

-Infeksi batu ginjal. 

mencoba beberapa cara berikut ini:

• Gunakan pakaian dengan lapisan ekstra serta kaus kaki, pastikan bisa mudah dilepas ketika tubuh mulai kepanasan. 

• Gunakan sprei tipis jika ingin beristirahat. Bukan selimut tebal yang bisa meningkatkan suhu tubuh. 

• Minum banyak air putih. 

Beberapa obat-obatan juga diperlukan untuk mengobati panas dingin, seperti:

• Obat antivirus untuk mengobati infeksi virus. 

• Obat acetaminophen atau ibuprofen yang digunakan untuk mengatasi flu. 

Demikian informasi mengenai panas dingin.

(RIN)

1
3