Share

Kanker Darah: Gejala, Penyebab, Faktor Risiko, dan Pengobatan

Destriana Indria Pamungkas, Jurnalis · Kamis 06 Oktober 2022 10:21 WIB
$detail['images_title']
Kanker Darah (Foto: Shutterstock)

KANKER darah atau kanker hematologi merupakan sebuah kondisi sel darah menjadi abnormal dan tak terkendali. Dilansir dari Cancer Center, kanker darah bermula di sumsum tulang dimana sel darah diproduksi.

Kanker  Darah

Sel-sel darah abnormal tentu akan menganggu fungsi dari sel darah normal yang berfungsi melawan infeksi dan menghasilkan sel baru. Kondisi ini tentunya bisa mempengaruhi fungsi dari organ tubuh yang lain.

Untuk mengetahui lebih lengkap mengenai kanker darah, berikut gejala, penyebab, faktor resiko, dan pengobatannya.

Kanker darah memiliki gejala yang beragam. Meski demikian, dilansir dari Blood Cancer, pasien kanker darah mungkin akan mengalami gejala umum seperti :

-Penurunan berat badan secara drastis tanpa sebab.

-Adanya memar atau pendarahan tanpa sebab.

-Muncul benjolan atau bengkak di kelenjar getah bening.

-Mengalami sesak nafas.

-Keringat yang keluar secara berlebihan di malam hari.

-Sering mengalami infeksi.

-Demam.

-Muncul ruam atau gatal pada kulit.

-Tulang, persendian, dan perut terasa nyeri.

-Kelelahan.

-Wajah pucat.

-Hilang nafsu makan.

Kanker darah disebabkan oleh adanya mutasi genetik sel darah. Mutasi atau perubahan sel darah inilah yang akan membuatnya menjadi abnormal dan tumbuh tak terkenadali.

Seseorang bisa mengalami peningkatan resiko terkena kanker darah jika memiliki beberapa faktor di bawah ini:

-Berusia di atas 55 tahun.

-Berjenis kelamin pria.

-Memiliki gangguan pada sistem kekebalan tubuh, contohnya HIV/AIDS.

-Riwayat keluarga yang memiliki kanker darah.

-Mengkonsumsi obat-obatan tertentu, contohnya obat imunosupresan.

-Terkena virus Epstein-Barr atau bakteri H. pylori.

-Terpapar senyawa kimia.

-Merokok.

Dalam pengobatan kanker darah, dokter biasanya akan melakukan diskusi dengan pasien tentang langkah pengobatan yang akan ditempuh. Karena pengobatan kanker darah akan bergantung pada jenis kanker, usia pasien, dan kondisi kesehatan pasien.

Pengobatan kanker darah sendiri terbagi menjadi tiga, yaitu kemoterapi, radioterapi, dan transplantasi sum-sum tulang belakang.

Meski belum diketahui secara pasti tentang pencegahan kanker darah, namun peneliti percaya jika resikonya bisa berkurang dengan melakukan:

-Berhenti merokok.

-Merubah gaya hidup menjadi lebih sehat.

-Makan makanan bergizi.

-Rutin berolahraga.

(RIN)

1
4