Share

Waspadai Obesitas Sebabkan Sakit Jantung, Diabetes Hingga Kematian

Asthesia Dhea Cantika, Jurnalis · Kamis 06 Oktober 2022 16:30 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi Obesitas (Foto: Big Girl Thailand)

OBESITAS atau kegemukan kerap dikaitkan dengan angka pola hidup yang tak sehat. Umumnya seseorang dapat dikategorikan dalam orang obesitas setelah melakukan pengukuran indeks massa tubuh (BMI).

Jika tak segera ditangani, obesitas dapat berakibat menimbul penyakit degeneratif seperti penyakit jantung, diabetes hingga komplikasi yang berujung kematian. Lantas, apa pengertian obesitas? Bagaimana gejala, penyebab, faktor resiko, dan pencegahannya? Untuk memahaminya, simak rangkuman okezone, berikut ini.

Obeistas

Melansir dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO),obesitas didefinisikan sebagai akumulasi lemak abnormal atau berlebihan yang menimbulkan risiko bagi kesehatan.

Angka BMI yang lebih dari 25 dianggap sebagai kelebihan berat badan, dan lebih dari 30 adalah obesitas. Masalah ini telah berkembang menjadi proporsi epidemi, dengan lebih dari 4 juta orang meninggal setiap tahun akibat kelebihan berat badan atau obesitas pada 2017 sesuai dengan beban penyakit global.

Obesitas jadi faktor risiko antara terjadinya penyakit tidak menular dan merupakan faktor risiko penyebab kematian keenam tertinggi.

Obesitas menjadi salah satu beban ganda kekurangan gizi, dan saat ini lebih banyak orang yang mengalami obesitas daripada kekurangan berat badan di setiap wilayah kecuali Afrika sub-Sahara dan Asia.

Melansir dari Mayo Clinic, meskipun ada pengaruh genetik, perilaku, metabolisme, dan hormonal pada berat badan, obesitas kerap terjadi ketika seseorang mengonsumsi lebih banyak kalori daripada yang dibakar melalui aktivitas normal sehari-hari dan olahraga.

Di Amerika Serikat, diet kebanyakan orang terlalu tinggi kalori dan seringkali dari makanan cepat saji dan minuman berkalori tinggi. Orang dengan obesitas mungkin makan lebih banyak kalori sebelum merasa kenyang, lebih cepat merasa lapar, atau makan lebih banyak lantaran stres atau kecemasan.

Banyak orang yang tinggal di negara Barat sekarang memiliki pekerjaan yang tidak terlalu menuntut secara fisik, sehingga mereka memiliki kecenderungan tidak membakar banyak kalori di tempat kerja. Bahkan aktivitas sehari-hari menggunakan lebih sedikit kalori.

Cara terbaik untuk membantu mencegah penambahan berat badan dan obesitas dengan membuat pilihan gaya hidup yang lebih sehat, yakni:

Melakukan olahraga ringan seperti berjalan kaki, berenang, atau bersepeda selama 20 hingga 30 menit setiap hari.

Makan dengan baik dan memilih makanan bergizi, seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan protein tanpa lemak. Makan makanan tinggi lemak dan tinggi kalori dalam jumlah sedang tanpa berlebih.Demikian pemahaman terkait obesitas yang perlu dipahami. Sebisa mungkin menjaga pola makan dan pola hidup sehat agar tak kegemukan secara berlebihan. 

(RIN)

1
3