Share

Indonesia Menuju Endemi, Ingat Penyakit Tak Biasa Tetap Mengintai!

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Kamis 06 Oktober 2022 15:21 WIB
$detail['images_title']
Indonesia menuju endemi (Foto: SHRM)

SAAT ini Indonesia bersiap memasuki fase endemi Covid-19. Meski, pada akhirnya Badan Kesehatan Dunia (WHO) yang memiliki kuasa untuk menentukannya.

Kondisi membaik seperti yang terjadi saat ini jangan bikin Anda terlena sampai akhirnya abai pada protokol kesehatan.

 menuju endemi

Malah, disarankan agar tetap menjalankan protokol kesehatan dengan disiplin, karena itu terbukti membawa dampak baik bagi kesehatan masyarakat.

Bila abai prokes karena terlena status endemi, salah satu risiko yang bisa terjadi adalah munculnya penyakit tak biasa. Ini sangat mungkin terjadi karena 'senjata perang' yang dulunya terus diasah, lalu dibiarkan tumpul.

"Secara alami, virus akan selalu bersirkulasi apalagi jika virusnya masih ada di sekitar kita. Jadi, kalau pertahanan yang selama ini dibangun, dihilangkan begitu saja, mutasi virus baru besar kemungkinan terjadi," kata Ahli Mikrobiologi Universitas Indonesia Prof Amin Soebandrio.

Secara teori, sifat alami virus itu bermutasi. Mutasi yang terjadi tapinya tidak selalu menyebabkan masalah bagi manusia.

Ya, setiap kali virus bermutasi, 30 persen menyebabkan virusnya malah mati, 20 persen mutasi tidak menyebabkan dampak apapun, dan hanya 4-5% mutasi yang bikin virusnya fit terhadap tekanan yang kuat, misalnya dari antibodi.

Di sisi lain, Ahli Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Prof Asri C. Adisasmita menjelaskan, saat ini sudah mulai dilaporkan kasus penyakit tak biasa. Salah satunya ada pada dengue.

"Menurut beberapa laporan yang saya terima, penyakit dengue sekarang berbeda karakternya dengan dengue sebelum pandemi Covid-19. Belum diketahui apa penyebabnya, itu kenapa diperlukan penelitian lebih lanjut terkait hal tersebut," kata Prof Asri.

 BACA JUGA:3 Persen Ibu Hamil di Indonesia Meninggal Dunia Hanya dalam Setahun Pandemi Covid-19

Karakter dengue di masa pandemi Covid-19 ini, kata Prof Asri, beberapa kasus dilaporkan lebih ganas atau pasien lama sembuhnya.

Dengan adanya temuan ini, menjadi warning bagi kita semua bahwa sekalipun nanti Covid-19 dinyatakan sebagai penyakit endemi, ada kemungkinan dampak Covid-19 secara tidak langsung yang tetap merugikan masyarakat.

"Kami perlu melakukan penelitian untuk melihat adanya kemungkinan efek tidak langsung Covid-19, khususnya pada populasi lansia, anak-anak, ibu hamil, maupun orang dengan imunitas lemah," ungkapan.

"Situasi post-Covid-19 atau co-infection semacam ini sudah menjadi kekhawatiran ahli di seluruh dunia. Karena itu, selalu kami sampaikan bahwa perubahan status dari pandemi ke endemi bukan berarti Covid-19 lenyap dari muka Bumi. Tapi, kita semua harus berdampingan dengan virus terus selagi prokes tetap dijalankan," tambah Prof Amin.

"Kalau menemukan kasus tidak biasa, segera laporkan. Ini sebagai bentuk kewaspadaan kita demi masa depan yang lebih terkontrol," sambung Prof Asri.

1
2