Share

3 Persen Ibu Hamil di Indonesia Meninggal Dunia Hanya dalam Setahun Pandemi Covid-19

Wiwie Heriyani, Jurnalis · Kamis 06 Oktober 2022 07:40 WIB
$detail['images_title']
Ibu hamil (Foto: Freepik)

PANDEMI Covid-19 berdampak begitu besar pada angka kematian, bukan hanya para tenaga kesehatan seperti dokter dan perawat. Tapi juga masyarakat umum, termasuk kelompok prioritas yakni wanita mengandung alias ibu hamil.

Merujuk data dari Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), tercatat ada 536 orang ibu hamil terpapar Covid-19 pada periode April 2020-April 2021, dan dari jumlah tersebut, sebanyak 3 persen di antaranya meninggal dunia.

Data di atas adalah data sebelum lonjakan kasus, puncak gelombang Covid-19 di Indonesia yang terjadi pada periode Juni-Juli 2021 karena serangan varian Delta.

Angka kematian ibu hamil karena Covid-19 di masa pandemi, jadi catatan penting bahwa wanita mengandung tetap wajib mendapatkan perlindungan ekstra meskipun Indonesia, ramai disebutkan sudah menuju memasuki fase endemi.

“Yang jadi perhatian itu adalah populasi ibu hamil, karena pada saat Covid-19 ini sedang seru-serunya di awal dan kemungkinan juga dengan Delta, yang paling berpengaruh itu adalah ibu hamil,” ujar Prof. dr. Asri C. Adisasmita, dalam Talkshow bertajuk ‘Akhir Pandemi Didepan Mata, Kita Harus Bagaimana’, secara daring, belum lama ini.

“Sebab, mereka tidak bisa melakukan prenatal visit. Sehingga tidak tahu persis bagaimana kesehatan si ibu mau pun janinnya,” lanjut Ketua Departemen Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) tersebut.

Profesor Asri menambahkan, ia melihat kematian ibu hamil oleh Covid-19 terlihat didominasi karena adanya pendarahan dan kondisi lainnya.

“Ada juga dampak yang mungkin terjadi, baik pada ibu dan bayi. Karena pada saat Covid kemarin kematian ibu didominasi oleh Covid-19 yang biasanya disebabkan karena pendarahan, kondisi preklamsi esplamsi, kalau infeksi jarang ya,” lanjutnya.

 BACA JUGA:Kenali Hamil Anggur atau Mola Hidatidosa Agar Tidak Terjebak Kehaluan

BACA JUGA:Peneliti Sebut Lakukan Gerakan Beri Jari Tengah Bisa Kurangi Rasa Sakit, Kok Bisa?

Berkaca dari kejadian yang ada, Prof. Asri menegaskan masyarakat tidak boleh jengah dan bisa belajar dari kasus yang sangat berisiko terhadap ibu hamil tersebut. Mengingat, di awal-awal pandemi Covid-19 kenaikan angka kematian ibu hamil mencapai hingga 10 kali lipat.

“Harus kita ingat selalu, jangan melupakan populasi tertentu yang mungkin mendapatkan dampak negatif (akibat Covid-19) dalam hal ini wanita hamil dan bayinya,” tegasnya.

Sebagai upaya perlindungan ekstra, Kementerian Kesehatan RI per Agustus 2021 sudah mengizinkan pelaksanaan vaksinasi bagi ibu hamil, dalam Surat Edaran (SE) Kemenkes Nomor HK.02.01/I/2007/2021.

POGI juga sudah mengeluarkan rekomendasi vaksin Covid untuk ibu hamil dengan usia kehamilan 12 sampai 33 minggu. Rekomendasi yang sama juga sudah dirilis Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (ITAGI).

1
3