Share

Pendarahan Hebat hingga Transfusi Darah di Malam Pertama, Miss V Tak Siap Dipenetrasi?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 04 Oktober 2022 18:42 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi, (Foto: Freepik)

BARU-baru ini viral di linimasa media sosial, tentang kisah perempuan asal Bogor yang dikabarkan mengalami pendarahan hebat di malam pertama.

Tak main-main, pendarahan hebat yang dialami membuat dirinya bahkan harus mendapatkan transfusi darah agar jangan sampai kehabisan darah.

Nah, dari situasi ini banyak orang awam jadi bertanya-tanya, bagaimana bisa malam pertama yang seharusnya menyenangkan dan jadi kenangan indah, malah menjadi pengalaman traumatis yang menakutkan?

Terkait pendarahan saat melakukan hubungan intim di malam pertama, disampaikan Seksolog Zoya Amirin, bisa dipicu berbagai faktor. Faktor yang paling kerap ditemui, yakni tidak siapnya Miss V dipenetrasi.

"Kalau sampai terjadi pendarahan, berarti pasangan prianya enggak jago mainnya di ranjang,” kata Zoya Amirin dalam Live Instagram Okezone dengan tema 'Malam Pertama: Happy atau Cemas?', Selasa (4/10/2022).

Zoya menambahkan, jika sang pria andal dalam berhubungan intim, sejatinya Miss V tidak akan dalam keadaan tegang.

“Sebab, tidak bisa bikin Miss V rileks, lalu dipaksa seks, dan akhirnya terjadi pendarahan," tambahnya.

Sedangkan, pendarahan hebat yang berimbas harus mendapatkan transfusi darah tersebut juga mungkin didorong kondisi kesehatan lainnya yang menyertai.

Follow Berita Okezone di Google News

"Menurut saya, itu bisa karena si perempuan memang punya kondisi darah rendah, kecapean, maupun tegang di malam pertama," tambah Zoya.

Zoya menegaskan, pendarahan yang terjadi saat malam pertama itu kebanyakan akibat robekan pada selaput dara. Kondisi ini pun bukan hanya dialami perempuan yang belum pernah melakukan hubungan intim, tapi juga perempuan yang sudah pernah berhubungan seks sebelumnya bahkan sudah pernah melahirkan sekali pun.

"Bahkan, perlu tahu juga bahwa keluar darah saat seks bisa terjadi pada perempuan yang melahirkan secara normal atau pada perempuan yang sudah lama tidak melakukan seks," papar Zoya.

Sebagai langkah antisipasi dan meminimalisasi pendarahan seperti kasus perempuan asal Bogor tersebut, Zoya menyarankan untuk membicarakan soal hubungan seks dengan pasangan sebelum hubungan seks pertama itu terjadi.

"Penting banget yang namanya komunikasi. Tanya, pasangan sukanya diapain, terangsangnya ketika disentuh di bagian apa. Ini harus diobrolin sebelum malam pertama terjadi, agar meminimalisir pendarahan," pungkasnya.

1
2