Share

WHO: Wabah Kolera Melonjak di Seluruh Dunia dengan Tingkat Kematian Meningkat

Pradita Ananda, Jurnalis · Selasa 04 Oktober 2022 11:51 WIB
$detail['images_title']
wabah kolera, (Foto: Reuters/Mike Hutchings)

ANCAMAN bahaya penyakit kolera hadir di tengah kondisi pandemi Covid-19, yang sampai saat ini masih berlangsung.

Semakin membuat khawatir, dari keterangan Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada akhir pekan lalu, diinformasikan bahwa kasus penyakit kolera telah melonjak di tahun 2022 ini, terutama di daerah-daerah yang kental dengan kemiskinan dan konflik, mengutip laporan Reuters, Selasa (4/10/2022).

Merujuk pada keterangan ketua tim WHO untuk kolera, Philippe Barboza,wabah kolera kini sudah dilaporkan di 26 negara dengan tingkat kematian yang meningkat tajam.

“Tingkat kematian rata-rata sepanjang tahun ini, hampir tiga kali lipat dibandingkan dengan rata-rata lima tahun dan saat ini sekitar 3 persen di Afrika,” ujar Philippe Barboza saat acara konferensi pers di Jenewa belum lama ini.

Padahal sebelumnya, kolera hanya dilaporkan terjadi di kurang dari 20 negara yang disebarkan melalui konsumsi makanan atau air yang terkontaminasi dan dapat menyebabkan diare akut.

“Setelah bertahun-tahun menurun jumlahnya, kami melihat ada peningkatan yang sangat mengkhawatirkan dari wabah kolera di seluruh dunia selama setahun terakhir ini," imbuhnya.

Wabah kolera di Syria sejauh ini sudah memakan korban jiwa sebanyak 33 orang. WHO, diungkap Philippe Barboza juga mulai mengkhawatirkan wabah kolera di Afrika dan beberapa bagian Asia, termasuk Pakistan, di mana beberapa daerah banjir.

Meningkatnya kasus disertai dengan kematian akibat kolera, tentunya sangat mengkhawatirkan. Pasalnya WHO saat ini hanya memiliki sedikit stok vaksin kolera, hanya beberapa juta dosis vaksin yang tersedia untuk digunakan sebelum akhir tahun ini karena kekurangan produsen vaksin kolera.

"Jadi sangat jelas, bahwa kita tidak memiliki cukup vaksin untuk menanggapi wabah (kolera) akut dan bahkan lebih sedikit untuk dapat menerapkan kampanye vaksinasi pencegahan yang bisa menjadi cara untuk mengurangi risiko bagi banyak negara," pungkas Philippe.

Sebagai informasi, WHO menjelaskan tidak ada perkiraan keseluruhan jumlah kasus kolera di seluruh dunia karena ada perbedaan dalam sistem pengawasan negara.

 BACA JUGA: BPOM Ciduk Produk Vitamin Ilegal dari Toko Online Senilai Rp185,2 Miliar!

BACA JUGA:BPOM Temukan 11 Merek Vitamin C Injeksi Ilegal yang Diklaim Bisa Memutihkan Kulit

1
2