Share

BPOM Ciduk Produk Vitamin Ilegal dari Toko Online Senilai Rp185,2 Miliar!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 04 Oktober 2022 11:24 WIB
$detail['images_title']
Vitamin ilegal (Foto: ist)

BADAN Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menciduk vitamin ilegal yang beredar di e-commerce. Langkah ini dilakukan demi menjamin keselamatan dan kesehatan publik.

Tak bisa dipungkiri, saat ini vitamin banyak dikonsumsi publik dengan harapan stamina dan kesehatan terjaga. Berbagai jenis vitamin laku di pasaran, mulai dari multivitamin hingga vitamin tunggal seperti Vitamin C, vitamin D, Vitamin E, maupun vitamin B.

 vitamin

Namun, sangat disayangkan ada oknum tidak bertanggung jawab malah menjual produk vitamin ilegal yang mana ini berisiko tinggi menyebabkan masalah kesehatan baru bagi peminumnya. Karena itu, penindakan penting dilakukan oleh BPOM.

Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik BPOM Reri Indriani, menjelaskan, tindakan ini perlu dilakukan BPOM agar memastikan masyarakat tidak mengonsumsi produk yang tidak aman, berkualitas, maupun berbahaya bagi kesehatan.

"Penindakan ini ditujukan untuk mencegah peredaran produk ilegal yang mengandung bahan kimia obat atau bahan berbahaya atau bahan dilarang yang dipromosikan pada media online," ungkap Reri dalam konferensi pers virtual, Selasa (4/10/2022).

Berdasar penelusuran BPOM periode Oktober 2021 hingga Agustus 2022 dalam hasil operasi siber, ditemukan 22 item vitamin ilegal beredar di toko online atau e-commerce.

 BACA JUGA: 6 Vitamin Terbaik Guna Menghalau Influenza, Salah Satunya Vitamin C

"22 item itu antara lain, 10 item vitamin D3, 11 item vitamin C, dan 1 item vitamin E," terang Plt. Deputi Bidang Penindakan BPOM Nur Iskandarsyah.

Dari patroli siber ini juga, lanjut Nur Iskandarsyah, BPOM telah memblokir 19.703 link penjualan online vitamin ilegal di e-commerce dengan total produk 718.791. Nur Iskandarsyah pun menjelaskan bahwa total kerugian dari pemblokiran ini sebesar Rp185,2 miliar.

"Tindakan takedown dilakukan oleh BPOM bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika dan anggota IDEA," tambah Nur.

1
2