Share

Apa Benar Kondom Kurang Efektif Melindungi dari Infeksi Herpes dan Sifilis?

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Selasa 04 Oktober 2022 01:11 WIB
$detail['images_title']
Pasangan (Foto: 123 RF)

BANYAK pria masih menganggap kondom bisa menjadi penghalang kenikmatan saat berhubungan seks. Mitos ini masih banyak dipercaya oleh para pria di Indonesia.

Bagaimana tidak, faktanya memang sedikit sekali pria di Indonesia yang menggunakan kondom saat berhubungan badan. Menurut laporan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia pada 2017, hanya sekitar 3,12 persen pria yang menggunakan kondom.

 kondom

Sedangkan untuk data vasektomi, hanya 0,5 persen pria yang melakukannya. Artinya, hanya 3,62 persen laki-laki yang menggunakan kontrasepsi. Dari data SDKT 2017 ini, bisa dikatakan tergambar dengan jelas bahwa masih minim sekali pria yang teredukasi betapa pentingnya kontrasepsi.

Data di atas menjadi cerminan masalah, karena penggunaan kondom sejatinya berperan penting untuk mencegah kehamilan yang tak diinginkan dan memastikan menurunkan risiko kemungkinan terjadinya infeksi menular seksual (IMS).

Ya, penggunaan kondom bagi pria bukan hanya sebagai upaya kontrasepsi, melainkan memastikan hubungan seks yang terjadi adalah seks aman. Penggunaan kondom terbukti mencegah infeksi menular seksual (IMS).

Hal tersebut terbukti dalam penelitian yang dilakukan Prodi D3 Kebidanan Universitas Tulungagung, bahwa pekerja seks yang memakai kondom mempunyai hasil negatif IMS sebesar 84,3 persen. Ini berarti ada pengaruh signifikan penggunaan kondom terhadap angka kejadian IMS.

"Penggunaan kondom pada kegiatan seksual yang berisiko adalah strategi sebagai pencegahan penyakit IMS dan HIV, meski tidak dapat 100 persen mencegah IMS," terang Ainun Hanifa dalam penelitiannya.

Studi tersebut dilakukan di lokalisasi Ngujang, dengan melibatkan subjek penelitian sebanyak 80 sampai 100 orang dan di Gunung Bolo sebanyak 50 sampai 75 orang dengan menggunakan purposive sampling dan total sampling.

 BACA JUGA:Artis Ini Sempat Jadi Pecandu Seks Tidur dengan 700 Pria, Begini Kondisi Sekarang!

Lebih lanjut, dalam laporan DKT Indonesia, kondom diperkirakan 98 persen efektif melindungi terhadap sebagian besar IMS seperti klamidia dan gonore. Efektivitas tersebut dipengaruhi juga oleh seberapa tepat pria menggunakan kondom.

"Penggunaan kondom yang tepat sangat efektif dalam mencegah HIV. Namun, kondom agak kurang efektif melindungi terhadap infeksi herpes, HPV, dan sifilis," ungkap laporan tersebut.

Kurang efektif yang dimaksud, berkaitan dengan penyebab penyakitnya bahwa IMS herpes, HPV, dan sifilis dapat menyebar bukan hanya lewat cairan tubuh seperti air mani atau darah, tetapi juga menular lewat kontak kulit-ke-kulit.

Bicara soal jenis kondom mana yang efektif mencegah IMS, dalam laporan yang sama dijelaskan bahwa kondom jenis latex terbukti memberikan penghalang yang hampir tidak dapat ditembus oleh partikel seukuran patogen penyebab IMS.

1
2