Share

Edema Paru: Pengertian Umum, Gejala, Penyebab, Faktor Risiko, dan Pencegahan

Asthesia Dhea Cantika, Jurnalis · Senin 03 Oktober 2022 12:40 WIB
$detail['images_title']
Edema Paru-paru(Foto: Unsplash)

EDEMA paru adalah kondisi terisi cairan. Kondisi ini menyebabkan penderita sulit bernapas.

Dalam kebanyakan kasus, masalah jantung kerap menyebabkan edema paru. Namun, cairan dapat terkumpul di paru-paru lantaran alasan lain.

Paru-paru

Lantas, apa pengertian edema paru? Bagaimana gejala, penyebab, faktor risiko, dan pencegahannya? Untuk memahaminya, simak rangkuman okezone, berikut ini.

Melansir dari Mayo Clinic, edema paru adalah kondisi yang disebabkan terlalu banyak cairan di paru-paru. Kondisi ini dikenal juga kemacetan paru-paru, air paru-paru, dan kemacetan paru-paru. Cairan itu terkumpul di banyak alveolus (kantung udara) di paru-paru, sehingga sulit untuk bernapas.

Di kebanyakan kasus, masalah jantung menjadi faktor utama penyebab edema paru. Hanya saja, ada alasan lain yang dapat menyebabkan cairan itu terkumpul di paru-paru. Seperti; pneumonia, kontak dengan racun tertentu, obat-obatan, trauma pada dinding dada, dan bepergian ke atau berolahraga di ketinggian.

Melansir dari Healthline, dalam kasus edema paru, tubuh akan berjuang untuk mendapatkan oksigen. Lantaran jumlah cairan yang meningkat di paru-paru mencegah oksigen masuk ke aliran darah.

Gejala dapat terus memburuk sampai mendapatkan perawatan. Gejala yang ada tergantung pada jenis edema paru.

Penyebab paling umum dari edema paru adalah gagal jantung kongestif (CHF). Gagal jantung terjadi saat jantung tidak dapat memompa darah dengan baik ke seluruh tubuh.

Kondisi ini menciptakan adanya tekanan di pembuluh darah kecil yang ada di paru-paru, yang menyebabkan pembuluh mengeluarkan cairan. Ketika cairan mengisi paru-paru, alveolus tidak dapat memasukkan oksigen ke dalam aliran darah.

Ada pula beberapa faktor eksternal yang dapat memberikan tekanan ekstra pada jantung dan paru-paru dan menyebabkan edema paru. Di antaranya paparan ketinggian, penggunaan obat-obatan terlarang atau overdosis obat, kerusakan paru-paru yang disebabkan oleh menghirup racun, trauma berat, cedera besar dan hampir tenggelam

Melansir dari Mayo Clinic, gagal jantung dan kondisi jantung lainnya yang meningkatkan tekanan di jantung dapat meningkatkan risiko edema paru. Adapun faktor risiko gagal jantung meliputi:

-Irama jantung tidak teratur (aritmia)

-Penggunaan alkohol

-Penyakit jantung bawaan

-Penyakit arteri koroner

-Diabetes

-Penyakit katup jantung

-Tekanan darah tinggi

-Apnea tidur

Seseorang mungkin dapat mencegah edema paru dengan mengelola kondisi jantung atau paru-paru dan mengikuti gaya hidup sehat.

Seperti, mengontrol kolesterol dan tekanan darah dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung.

Demikian pemahaman terkait edema paru yang perlu dipahami dan dicegah. Sebisa mungkin menjaga kesehatan paru-paru dan jantung serta tetap melakukan pola gaya hidup sehat.

(RIN)

1
3