Share

Kenali Yuk Penyebab Kebotakan Pria, Apa Saja?

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Selasa 04 Oktober 2022 05:01 WIB
$detail['images_title']
Penyebab kebotakan pada pria (Foto: USA today)

BANYAK orang takut mengalami kebotakan (Alopecia androgenic), sebab kebotakan bisa mengurangi keindahan penampilan.

Alopecia androgenic adalah jenis kerontokan rambut yang umum terjadi pada pria. Kondisi Ini biasanya terjadi seiring bertambahnya usia, karena adanya perubahan kadar hormon.

 botak

Menurut US National Library of Medicine (NLM), lebih dari 50 persen dari semua pria di atas usia 50 tahun akan mengalami kebotakan berpola sampai batas tertentu.

Kebotakan biasanya diawali dengan garis rambut di dahi yang makin mundur, disertai titik atau daerah lingkaran kebotakan kecil pada kulit kepala.

Pria bisa saja tak menyadari sudah mengalami gejala kebotakan ini, dikutip dari Mensxp.

Gejala dari Alopecia Androgenic sendiri meliputi timbul rasa gatal, terjadinya iritasi kulit, kemerahan, hingga terasa sakit di kulit kepala.

Berlanjut dari gejala, kemudian kerontokan rambut akan terjadi dalam pola atipikal. Saat itu terjadi, Anda mungkin mengalami kerontokan rambut yang cepat, kerontokan yang meluas, kerontokan rambut di tambalan atau kerusakan rambut.

 BACA JUGA:Viral Perempuan Nyaris Botak Pasca Terkena Covid

Beberapa penyebab lain dari kerontokan rambut antara lain karena ada infeksi, ketombe, kekurangan nutrisi, obesitas, kurang tidur dan beberapa kondisi psikologis lainnya.

Namun, tiga alasan utama terjadinya kerontokan rambut yaitu faktor genetika, usia dan hormon. Pertama untuk hormon dan genetik, kebotakan berpola sangat terkait dengan hormon seks pria yang disebut androgen, yang juga bertanggung jawab untuk mengendalikan pertumbuhan rambut.

Perubahan kadar hormon dan faktor genetik ini berkontribusi terhadap kebotakan, dan bisa memicu rongga kecil di kulit kepala yang disebut folikel rambut akan menyusut secara bertahap. Helai rambut terus menjadi lebih pendek dan lebih halus sampai tidak ada rambut baru yang tumbuh.

Selain itu, ruam, kemerahan, nyeri, pengelupasan kulit kepala atau kerusakan rambut juga dikatakan sebagai penyebab kebotakan.

1
2