Share

Terpapar Nonstop Video Kejadian Tragedi, Waspada Dampaknya ke Kesehatan Mental!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 03 Oktober 2022 17:20 WIB
$detail['images_title']
Kericuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang (Foto: Tangkapan layar)

TRAGEDI kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang pada Sabtu 1 Oktober 2022 masih terus menjadi trending dan viral di berbagai linimasa sosial media hingga saat ini.

Seiring masih terus jadi bahan pembicaraan, banyak video beredar luas memperlihatkan situasi mencekam saat peristiwa tragis terjadi.

Berdasarkan pantauan MNC Portal, video yang beredar terkait dengan tragedi Kanjuruhan antara lain momen setelah pertandingan usai, kejadian di pintu keluar stadion yang penuh sesak orang, hingga video korban tewas yang berserakan di lantai.

Semua video bebas ditonton di linimasa sosial media, contohnya Twitter. Terlebih, diskusi terbuka dari para netizen terus bergulir hingga saat ini, membuat topik tragedi Kanjuruhan ini semakin ramai dibahas.

Namun patut diingat, untuk tidak terus terpapar video dan berita-berita seperti ini. Pasalnya, merujuk pada suatu studi terkait kesehatan mental, menilai bahwa terpapar video mencekam seperti tragedi kericuhan Kanjuruhan berujung nyawa ini dapat berdampak negatif pada kesehatan mental loh1

Hal tersebut telah dibuktikan pada tragedi 9/11 yang terjadi di Amerika Serikat. Kejadian tragis tersebut benar-benar membuat banyak orang ketakutan, bahkan pada individu yang bahkan tidak melihat langsung kejadian.

Follow Berita Okezone di Google News

Studi yang diterbitkan oleh The Journal of Anxiety Disorders menemukan bahwa menonton televisi yang memperlihatkan kejadian 9/11 berdampak langsung pada kesehatan mental penonton.

Hasil studi didapat dari pengamatan peneliti pada 166 anak-anak dan 84 ibu yang menonton televisi yang menyiarkan peristiwa 9/11. Hasilnya? Ada peningkatan risiko gangguan stres pasca-trauma (PTSD), kondisi kesehatan mental yang dipicu oleh peristiwa menakutkan, baik yang mengalaminya atau yang menyaksikannya pada penonton.

"Studi menemukan bahwa terjadi peningkatan risiko PTSD pada mereka yang menonton peristiwa tragis sekalipun tidak melihat langsung kejadiannya," dikutip dari laporan NBC News, Selasa (3/10/2022).

Melihat risiko PTSD pada mereka yang menonton peristiwa tragis, Psikolog Renee Carr mengimbau agar masyarakat menjauhkan diri dari video peristiwa tragis, seperti contohnya tragedi Kanjuruhan.

"Latih merawat diri dengan membatasi informasi tragedi yang ditonton. Misal, berkomitmen untuk hanya menonton 60 menit saja, atau mengamati media sosial terkait musibah tragis tersebut 30 menit per hari," saran Renee.

Langkah lain yang bisa diambil adalah sama sekali menjauhkan diri dari paparan informasi terkait peristiwa naas tersebut.

"Hapus aplikasi yang memberitakan kabar tentang peristiwa tragis tersebut. Selain itu, beritahu orang lain misal keluarga atau teman untuk tidak membahas kabar tersebut. Perbanyak percakapan yang bernilai positif untuk saat ini," saran Psikolog Klinis dr. John Mayer

 BACA JUGA:5 Dampak Mengalami Panic Crowds Saat Suasana Ricuh seperti Tragedi di Kanjuruhan

BACA JUGA: Korban Selamat Tragedi Kanjuruhan Lihat Kematian Secara Langsung, Apa Dampak Psikologisnya?

1
3