Share

Ini 5 Pilihan Bahan Kondom, Simak Kelebihan dan Kekurangannya!

Vivin Lizetha, Jurnalis · Senin 03 Oktober 2022 22:30 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi (Foto: Ist)

KONDOM menjadi salah satu alat kontrasepsi yang digunakan pria untuk menahan laju kelahiran yang tak diinginkan. Selain itu, kondom juga bermanfaat untuk mencegah infeksi menular seksual.

Dikutip dari healthgrades, Senin (3/10/2022), penggunaan kondom meningkat dari 52 persen menjadi 93 persen, sejak dimulai diperkenalkannya alat kontrasepsi ini. Ada beberapa jenis kondom yang beredar di pasaran pada saat ini.

 kondom

Berikut Okezone merangkumnya untuk Anda, beserta kelebihan dan kelemahannya, dihimpun dari healthgrades. Yuk dicek!

1. Lateks

Kondom ini yang paling banyak beredar di pasaran. Terbuat dari karet. Jika digunakan dengan benar, dapat mencegah kehamilan dan infeksi menular seksual. Namun tidak semua orang dapat menggunakannya. Karena beberapa pria alergi pada bahan karet dan membuat kulit gatal kemerahan.

2. Thin and Ultra-Thin 

Terbuat dari bahan lateks yang lebih tipis. Membuat sensasi saat berhubungan seksual lebih terasa nikmat. Sama seperti bahan lateks, ini juga efektif mencegah kehamilan dan infeksi menular seksual. Namun tidak tahan untuk dipakai lama. Karena tipis dan ditakutkan mudah robek.

3. Polyisoprene

Terbuat dari karet yang tak mengandung lateks penyebab alergi. Kondom ini pun lembut dan memiliki kelenturan seperti lateks. Sama efeksinya dalam mencegah kehamilan dan infeksi menular seksual. Namun karet polyisoprene ini lebih tebal dari karet lateks sehingga kurang nyaman digunakan saat berhubungan seksual.

4. Lambskin

Terbuat dari selaput tipis usus domba. Dulu digunakan oleh Kekaisaran Romawi Kuno. Cukup efektif untuk mencegah kehamilan. Namun tidak dapat terlindungi dari infeksi menular seksual. Hal ini karena pori-pori yang terdapat dalam kondom ini masih dapat ditembus oleh virus atau bakteri.


5. Poliuretan

Kondom ini terbuat dari plastik fleksibel yang lebih tipis dari lateks, tidak berbau, dan dapat menghantarkan panas lebih baik. Namun jenis lateks ini tidak melar sehingga rentan copot atau robek. Selain itu jumlah yang dijual di pasaran tidak sebanyak jenis lateks.

1
2