Share

Kenali Hamil Anggur atau Mola Hidatidosa Agar Tidak Terjebak Kehaluan

Destriana Indria Pamungkas, Jurnalis · Senin 03 Oktober 2022 15:07 WIB
$detail['images_title']
Hamil anggur (Foto: Freepik)

HAMIL anggur atau dalam bahasa medis disebut sebagai mola hidatidosa merupakan sebuah komplikasi kehamilan yang jarang terjadi. Kehamilan ini ditandai dengan pertumbuhan trofoblas dan sel-sel yang abnormal.

Disebut sebagai hamil anggur karena ari-ari atau plasenta yang terbentuk mirip seperti sekumpulan anggur. Pada awalnya, wanita yang mengalami hamil anggur akan mendapatkan hasil test pack positif, namun janin tidak bekembang.

Hamil

Hamil anggur yang memiliki nama ilmiah Mola Hidatidosa ini memang terlihat seperti kehamilan yang normal. Namun, ternyata kehamilan ini adalah karena terjadinya masalah dalam kandungan. Sel yang tumbuh bukannya bakal janin tetapi justru plasenta yang berkembang.

Plasenta tersebut yang akhirnya akan berkumpul dan membentuk sebuah kelompok dan terjadi pembengkakan seperti gelembung yang berisi cairan. Gelembung yang berkelompok itu terlihat seperti buah anggur sehingga disebut sebagai hamil anggur.

Biasanya, wanita yang mengalami hamil anggur akan berujung pada keguguran. Hal ini disebabkan karena kurangnya nutrisi dan termasuk ke dalam tumor jinak. Wanita yang kekurangan vitamin A juga bisa mengalami hamil anggur ini dan menyebabkan pendarahan saat trisemester pertama pada masa kehamilan.

Untuk itu  setelah Anda melakukan tes kehamilan dan hasilnya positif, selanjutnya segera pergi ke dokter kandungan. Lakukan pemeriksaan rutin setidaknya sebulan sekali untuk mengetahui perkembangan dan kondisi kehamilan Anda. Jika Anda mengalami gejala-gejala hamil anggur, lakukan kontrol di luar jadwal rutin agar terdeteksi dengan cepat.

Dokter akan mendiagnosis hamil anggur pada pemeriksaan rutin kehamilan. Tanda awal yang mungkin muncul adalah perut yang membesar tidak seusai dengan usia kandungan.

Dokter akan melakukan tindakan USG kehamilan dan tes darah utnuk mendeteksi hamil anggur. Dokter juga akan melihat kadar hormon kehamilan (HCG). Jika Anda positif hamil anggur, selanjutnya dokter akan menyarankan Anda melakukan tes darah lanjutan untuk mengetahui apakah ada preeklamsia, anemia, atau hipertiroidisme.

Agar hamil anggur tidak terjadi lagi, sebaiknya tidak hamil dulu dalam kurun waktu kurang dari 1 tahun setelah mengalami hamil anggur. Anda bisa mencegah kehamilan dengan menggunakan alat kontrasepsi.

Berikut beberapa gejalanya hamil anggur.

1. Mual dan muntah secara berlebihan.

2. Bercak darah yang mengakibatkan anemia.

3. Tulang janin tidak terlihat saat pemeriksaan rontgen.

4. Perut semakin membesar padahal tidak terdapat janin.

5. Kadar HCG semakin tinggi.

Demikian informasi lengkap mengenai hamil anggur. Semoga bermanfaat.

(RIN)

 

1
2