Share

Dokter Beberkan Kondisi Korban Tragedi Kericuhan Stadion Kanjuruhan

Tim Okezone, Jurnalis · Senin 03 Oktober 2022 08:10 WIB
$detail['images_title']
Petugas menunjukkan foto korban tewas, (Foto: Aan Haryono)

PERISTIWA kerusuhan tragis di Stadion Kanjuruhan Malang, usai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya di Liga 1 2022-2023 pada Sabtu 1 Oktober 2022 malam mengakibatkan ratusan korban jiwa.

Menurut data dari keterangan Polda Jatim per Minggu 2 Oktober 2022 sekitar pukul 14:00 WIB, kerusuhan ini membuat kurang lebih sebanyak 127 orang meninggal dunia.

Dari pemeriksaan dokter di rumah sakit, mayoritas korban kerusuhan datang dengan mengalami luka dan memar di dada.

Direktur Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang, Dr. Kohar Hari Santoso menyebutkan dari hasil identifikasi korban meninggal dunia yang ada di RSSA, terlihat luka didominasi adalah paling luka di kepala dan dada.

"Bisa karena benturan dan himpitan," kata Dr. Kohar, pada Minggu (2/10/2022) lalu.

Tidak hanya di memar di kepala dan dada, Kohar juga mengungkapkan ada juga beberapa korban meninggal mengalami luka di dada dan di perut.

Sebagian korban meninggal dunia, diketahui juga sudah meninggal di tempat. Menurut keterangan Penyerang asing Arema FC, Abel Camara. Ia mengaku melihat langsung banyak korban tewas, setidaknya 7 orang yang meninggal di depan mata kepalanya sendiri, setelah insiden penembakan gas air mata.

(Foto: Okezone/  Avirista Midaada)

Sementara itu, Bagio, tim ahli BPBD Kabupaten Malang, mengungkapkan dari ratusan korban meninggal dunia, banyak yang masih anak-anak.

"Banyak yang masih anak-anak saat kami bawa jenazah ke RSSA," kata Bagio, tim ahli BPBD Kabupaten Malang. Demikian sebagaimana dihimpun Okezone dari berbagai sumber, Senin (3/10/2022).

1
2