Share

Kenali Efek Gas Air Mata, Zat yang Ditembakkan saat Kericuhan di Kanjuruhan

Tim Okezone, Jurnalis · Minggu 02 Oktober 2022 13:26 WIB
$detail['images_title']
Kericuhan laga Arema vs Persebaya (foto: Istimewa)

AKSI kerusuhan yang melibatkan suporter Arema dengan suporter Persebaya, berujung tragedi yang dikabarkan menewaskan 153 orang merupakan sejarah kelam sepakbola Indonesia. Peristiwa ini juga cukup menyita perhatian publik atas tragisnya penanganan kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang.

Sebelumnya, pihak kepolisian menyebut ada 127 orang yang meninggal dunia akibat kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang. Kerusuhan terjadi usai pertandingan antara Arema versus Persebaya berakhir dengan skor 2-3.

 kerusuhan suporter

Korban yang meninggal di rumah sakit mayoritas nyawanya tak tertolong karena sudah dalam kondisi memburuk setelah kerusuhan yang terjadi. Mereka mayoritas menjalani sesak napas dan terjadi penumpukan sehingga terinjak - injak karena panik akibat tembakan gas air mata.

Sekadar informasi gas air mata merupakan salah satu senjata andalan aparat penegak hukum. Mereka tak sungkan melepas beberapa tabung gas air mata untuk membubarkan massa. Tentunya Gas air mata dapat menyebabkan gejala yang lebih parah pada orang dengan kondisi kesehatan yang mendasarinya.

Kebanyakan orang sembuh dengan cepat dari efek gas air mata. Namun, mereka tetap harus mencari bantuan medis jika bersentuhan dengan zat ini. Terlepas dari namanya, gas air mata bukanlah gas. Ini terdiri dari bahan kimia padat atau cair, biasanya dalam semprotan atau bubuk.

Zat ini bereaksi dengan kelembapan sehingga menyebabkan rasa sakit dan iritasi. Inilah sebabnya dapat memengaruhi area tubuh yang lembab, seperti mata, mulut, tenggorokan, dan paru-paru. Gas air mata terdiri dari berbagai bahan kimi diantaranya:

Kloroasetofenon (CN), Chlorobenzylidenemalononitrile (CS), Chloropicrin (PS), Bromobenzylcyanide (CA), Dibenzoxazepine (CR), serta kombinasi bahan kimia lainnya. Setiap jenis gas air mata memiliki nama lain diantaranya adalah, semprotan merica, semprotan capsicum, dan agen pengendali kerusuhan.

Kekuatan gas air mata bervariasi. Paparan versi yang lebih terkonsentrasi atau paparan yang lama dapat memperburuk gejala. Ada pedoman ketat untuk penggunaan gas air mata di depan umum. Ini termasuk menembakkan gas air mata dari kejauhan, hanya menggunakannya di luar ruangan, dan menggunakan campuran bahan kimia dengan kekuatan serendah mungkin.

Jika seseorang terkena gas air mata, maka akan merasakan sejumlah efek yang terjadi pada tubuh. Efek jangka pendek terkena gas air mata adalah: rasa terbakar, kemerahan pada mata, penglihatan kabur, rasa terbakar dan iritasi di mulut serta hidung, kesulitan menelan, mual dan muntah, sulit bernafas, batuk, mengi, iritasi kulit, dan ruam.

Selain itu gas air mata juga bisa menimbulkan efek jangka panjang dan kematian. Jika seseorang meninggalkan area di mana ada gas air mata, dan gejalanya hilang segera setelah itu, risiko cedera jangka panjangnya rendah.

Namun, para ilmuwan masih belum cukup mengetahui tentang efek gas air mata yang menetap pada tubuh. Paparan gas air mata di dalam ruangan, atau dalam jumlah besar, dapat menimbulkan efek kesehatan yang serius seperti: glaukoma, kebutaan, luka bakar kimiawi, gagal napas.

1
2