Share

Lesti Kejora Alami KDRT, Ini Kata Ahli Mengenai Psikologis Korban Kekerasan!

Kiki Oktaliani, Jurnalis · Minggu 02 Oktober 2022 07:45 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi (foto: istimewa)

KASUS kekerasan yang dialami oleh penyanyi dangdut, Lesti Kejora kini tengah diproses oleh pihak kepolisian. Lesti melaporkan peristiwa yang dialaminya kepada Polres Metro Jakarta Selatan pada Rabu, (8/9/2022) lalu.

Di lain sisi banyaknya kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang terjadi, tak hanya dari kalangan selebritis. Terlepas dari hal tersebut Psikolog Meity Arianty, STP., M.Psi menjelaskan terkait psikologis seseorang yang melakukan tindak kekerasan yang dikarenakan adanya trauma di masa lalu dan hal lain yang mempengaruhi adalah keinginan seseorang untuk menunjukkan kekuasaannya.

  KDRT

“Biasanya seseorang yang mudah melakukan kekerasan karena untuk menunjukkan kekuasaannya sehingga secara psikologis ia ingin menunjukkan bahwa ia berkuasa namun di sisi lain sebenarnya orang tersebut justru mengalami krisis kepercayaan diri, ia butuh pelampiasan untuk menyakiti orang lain.” Lengkap Meity.

“Sehingga orang-orang yg mudah melakukan kekerasan sebenarnya orang yang mengalami tekanan psikologis, frustrasi, krisis kepercayaan diri dan menderita.” Tandasnya pada 30/9/2022.

Selain itu Meity juga menyampaikan ketika dalam sebuah hubungan percintaan atau rumah tangga terdapat dua hal yang seringkali berulang, yaitu perselingkuhan dan kekerasan. Namun, dalam sebuah hubungan pernikahan apabila seseorang menjadi korban kedua hal ini perlu secara bijak untuk menentukan langkah kedepannya.

“Aku sering mengatakan ada 2 hal yang seringkali berulang dalam sutau hubungan baik itu percintaan atau pernikahan, perselingkungan dan kekerasan.” Ujar Meity.

“Sehingga jika anda sanggup menerima ya silahkan bertahan dengan berharap pasangan anda berubah. Namun, jika anda mau waras atau sehat mental maka menjauh dari hubungan yang membuat anda menderita, itupun jika dirasa itu memungkinkan. Karena kalau udh menikah tidak sesederhana jika pacaran yang bisa di tinggal gitu aja, sehingga perlu di komunikasikan dan cari jalan keluar, jika anda gak sanggup maka pergilah menyelamatkan diri anda.” Lengkapnya.

Sehingga dalam kasus seperti ini perlu untuk mengkomunikasikan segala hal yang terjadi dan mencari solusi bagi kedua belah pihak. Namun, jika hal tersebut dirasa tidak membantu maka perlu untuk mempertanyakan kembali pada diri sendiri, haruskah bertahan atau melepas hubungan yang ada.

(vvn)