Share

WNA Juga Bisa Dapat Status Vaksin di PeduliLindungi Loh

Kevi Laras, Jurnalis · Sabtu 01 Oktober 2022 13:32 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Foto: Shutterstock)

INDONESIA memang mendorong program vaksinasi Covid-19 guna menekan angka positif Covid-19 dan juga meminimalisir tingkat kematian akibat Covid-19. Ternyata, bukan hanya warga Indonesia saja yang bisa mendapatkan vaksin Covid-19.

Para Warga Negara Asing (WNA) juga bisa mendapatkan vaksin Covid-19 di Indonesia loh. Tapi, untuk mendapatkan vaksin Covid-19 untuk WNA terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi, apa saja?

Staf Ahli Menteri Kesehatan Bidang Teknologi Kesehatan, Setiaji ST. M.Si menerangkan salah satu syarat yaitu ada surat izin sementara atau permanen tinggal di Indonesia (KITAS)/ Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP).

"Jadi pertama mulai September bagi WNA bisa mendapatkan WNA vaksinasi bagi yang sudah punya izin sementara atau permanen di Indonesia. kedua WNA harus buat e-tiket di web PeduliLindungi dan bawa bukti izin seperti paspor atau dokumen izin tinggal," ungkap Staf Ahli Menteri Kesehatan Bidang Teknologi Kesehatan, Setiaji ST. M.Si di YouTube Kemenkes.

Progam vaksinasi ini tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01.07/MENKES/1368/2022 tentang Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19 bagi Warga Negara Asing.

Sementara vaksin yang digunakan, jenis vaksin mendapatkan persetujuan penggunaan pada masa darurat (emergency use authorization). Atau penerbitan nomor izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan.

Bagi WNA bisa mendaftar melalui sistem informasi satu data vaksinasi Covid-19 untuk mendapatkan e-ticket yang bisa didapatkan melalui situs PeduliLindungi.id. Bisa mengunjungi fasilitas pelayanan kesehatan atau pos pelayanan vaksinasi Covid-19.

"Pendaftaran vaksinasi dilakukan melalui web PeduliLindungi.id untuk mendapatkan tiket vaksinasi. Pelaksanaan vaksinasi ini berlaku bagi WNA yang sama sekali belum mendapatkan vaksinasi di negaranya, WNA yang melanjutkan vaksinasi dosis berikutnya, sampai WNA yang ingin mendapatkan booster,” kata Juru Bicara Kemenkes dr Mohammad Syahril dalam Sehat Negeriku.

1
2