Share

Idap Glikogenesis, Wanita Ini Wajib Konsumsi Tepung Jagung Per 3 Jam agar Tak Koma

Astri Lawrensia, Jurnalis · Sabtu 01 Oktober 2022 08:00 WIB
$detail['images_title']
Leticia Ramos wajib makan tepung jagung, (Foto: Jam Press Vid- New York Post)

JATUH sakit dan harus mengonsumsi obat-obatan tertentu, tentu sudah biasa bukan? Selain itu, biasanya ditambah dengan harus menjauhi aktivitas yang bisa memicu penyakit jadi lebih parah atau kambuh.

Namun, apa yang dialami wanita Brasil bernama Leticia Ramos ini sangat berbeda dari biasanya. Pasalnya, bukan obat yang harus ia konsumsi, melainkan tepung jagung yang harus ia makan setiap per 3 jam sekali agar bisa bertahan hidup, dikutip New York Post, Sabtu (1/10/2022).

Kondisi yang dialami Leticia tersebut, merupakan dampak dari dirinya mengidap penyakit langka yang membuat dirinya harus mengonsumsi tepung jagung setiap 3 jam sekali untuk bertahan hidup.

“Saya telah mengonsumsi menggunakan tepung jagung selama 29 tahun,” ujar Leticia

Diketahui lebih lanjut, penyakit langka yang diidap Leticia semenjak usia 2 tahun tersebut adalah penyakit langka yang disebut Glikogenesis, gangguan metabolisme langka yang mempengaruhi bagaimana tubuh memetabolisme glikogen yang merupakan sumber energi utama tubuh.

Glikogenesis terjadi ketika kadar glukosa dalam darah cukup tinggi, untuk memungkinkan kelebihan glukosa disimpan dalam sel hati dan otot.

Leticia menjelaskan, awalnya saat ia masih berumur 2 tahun ia mulai menunjukkan serangkaian gejala yang mengkhawatirkan. Contohnya, mulai dari perut yang bengkak hingga hipoglikemia dan bahkan kejang.

Namun, ketika diperiksa oleh dokter di rumah sakit, saat itu dokter hanya mengaitkan gejalanya dengan sakit perut. Hal itu membuat orangtua Leticia bingung dan tidak terima dengan diagnosa tersebut, karena gejala yang dialami Leticia sudah parah.

Akhirnya, Leticia menjalani pemeriksaan biopsi selanjutnya. Ternyata dari hasil biopsi, dokter mengungkapkan bahwa Leticia menderita glikogenosis tipe 9c, yakni tipe salah satu strain yang paling ekstrim. Inilah yang menyebabkan Leticia mengalami beberapa komplikasi hingga tidak bisa berjalan.

“Saya tidak tahu berapa kali dia dirawat di rumah sakit. Dia berhenti berjalan untuk beberapa waktu karena kondisinya, karena itu menyebabkan miopati otot.," jelas ibu Leticia.

 BACA JUGA:Imbas Dugaan KDRT, Lesti Kejora akan Jalani Pemeriksaan Psikologis

BACA JUGA:Mandi Malam Bikin Rentan Rematik, Cuma Mitos atau Fakta?

Glikogenesis sendiri, terjadi pada sekitar 1 dari 25.000 orang di seluruh dunia, penyakit ini sering mengakibatkan pembesaran hati dan organ lain dengan kelemahan otot progresif karena akumulasi glikogen yang berlebih.

Mengidap penyakit langka seperti Glikogenesis, Leticia harus mengonsumsi tepung jagung yang dilarutkan dalam air setiap tiga jam untuk mencegah kadar glikogen yang berbahaya menumpuk di organ hati.

Leticia mengungkapkan, jika dirinya tidak makan tepung jagung sehari saja, ini bisa menjadi bencana bagi kesehatannya.

“Jika saya tidak meminumnya [tepung jagung], saya bisa koma,” keluh Leticia.

Selain itu, Leticia juga harus minum 13 obat dalam sehari, ditambah pola diet ketat tanpa gula. Ia juga tidak makan apa pun saat bepergian.

1
3