Share

Fibrilasi Atrium: Pengertian Umum, Gejala, Penyebab, Faktor Risiko, dan Pencegahan

Asthesia Dhea Cantika, Jurnalis · Jum'at 30 September 2022 15:35 WIB
$detail['images_title']
Gangguan Irama Jantung (Foto: Helathline)

FIBRILASI atrium irama jantung tidak teratur yang umumnya terjadi di ruang atas jantung (atrium). Kondisi ini ditandai dengan kelelahan, jantung berdebar-debar, kesulitan bernapas dan pusing.

Kondisi ini termasuk salah satu aritmia yang paling umum. Fibrilasi atrium yang tidak diobati dapat menyebabkan stroke.

Jantung

Melansir dari Mayo Clinic, fibrilasi atrium (A-fib) adalah irama jantung (aritmia) yang tidak teratur dan seringkali sangat cepat yang dapat menyebabkan pembekuan darah di jantung. A-fib dapat meningkatkan risiko stroke, gagal jantung, dan komplikasi terkait jantung lainnya.

Selama fibrilasi atrium, atrium berdenyut secara kacau dan tidak teratur bahkan tidak sinkron dengan ruang bawah (ventrikel) jantung. A-fib bagi sebagian orang tidak memiliki gejala, namun kondisi ini dapat menyebabkan detak jantung yang cepat dan berdebar (palpitasi), sesak napas atau kelemahan.

Melansir dari Healthline, Beberapa gejala umum fibrilasi atrium meliputi:

-palpitasi jantung atau jantung berdebar

-sering sakit dada

-sering kelelahan

-alami sesak napas

-fisik melemah

-alami pusing

-kerap pingsan

-alami kebingungan

-intoleransi untuk berolahraga

Fibrilasi atrium terjadi ketika ruang-ruang ini tidak bekerja sama sebagaimana mestinya lantaran sinyal listrik yang salah. Umumnya, atrium dan ventrikel berkontraksi dengan kecepatan yang sama.

Pada fibrilasi atrium, atrium dan ventrikel tidak sinkron sebab atrium berkontraksi dengan sangat cepat dan tidak teratur. Penyebab fibrilasi atrium tidak selalu diketahui.

Salah satu faktor utamanya adalah stres, termasuk fisik dan mental atau emosional. Stres membuat aktivitas listrik di jantung abnormal lebih sering terjadi. Itu juga bisa membuat tubuh lebih tegang dan bahkan menyebabkan perubahan kecepatan detak jantung.

Dalam beberapa kasus, fluktuasi tubuh yang sehat dapat menyebabkan A-fib. Penelitian 2017 mencatat bahwa penggunaan monoterapi estrogen selama menopause dapat meningkatkan risiko A-fib.

Melansir dari Healthline, Beberapa faktor dapat menempatkan Anda pada risiko AFib yang lebih tinggi. Beberapa di antaranya dapat dicegah, sementara yang lain bersifat genetik.

Gaya hidup sehat dapat mengurangi risiko penyakit jantung dan dapat mencegah fibrilasi atrium. Berikut beberapa tips menjaga kesehatan jantung:

-Konsumsi makanan bergizi

-Berolahraga secara teratur dan pertahankan berat badan yang sehat

-Jangan merokok

-Hindari atau batasi konsumsi alkohol dan kafein

-Kelola stres,sebab stres dan kemarahan yang intens dapat -menyebabkan masalah irama jantung

Demikian pemahaman terkait fibrilasi atrium yang perlu dipahami dan dicegah. Sebisa mungkin menjaga kesehatan jantung dan tetap melakukan pola gaya hidup sehat.

(RIN)

1
3