Share

Apa Benar Kerja Berlebihan Ganggu Kesehatan Jantung?

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Jum'at 30 September 2022 22:10 WIB
$detail['images_title']
Kerja belerbihan (Foto: India times)

TERDAPAT orang yang sangat suka bekerja keras, sehingga lama-kelamaan menjadi workaholic. Ia merasa ada yang kurang, jika tak pulang larut malam karena mengurus tumpukan pekerjaan.

Kalau Anda termasuk orang yang ciri-cirinya disebutkan di atas, maka Anda patut waspada. Sebab, jika terus-terusan bekerja berlebihan maka kesehatan jantung bisa kena imbasnya.

 kerja berlebihan

Apa kerja berlebihan ganggu kesehatan jantung?

Ya, bekerja berlebihan erat kaitannya dengan tingkat depresi, stres, dan kecemasan yang lebih tinggi. Pada akhirnya kondisi-kondisi tersebut, bisa berpengaruh pada kesehatan jantung yang kalau didiamkan berlarut-larut akhirnya dapat merusak organ jantung.

Sebagaimana dijelaskan Spesialis Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah Heartology Cardiovascular Center, dr.Radityo Prakoso, Sp.JP(K), bekerja berlebihan itu berhubungan dengan masalah mental seperti rentan stres, depresi, dan ansietas.

"Pada orang usia dewasa dengan depresi, stres, dan ansietas, mereka cenderung akhirnya merokok, obesitas, dan minim melakukan aktivitas fisik," terang dr. Radityo.

Tidak hanya itu, stres juga dapat memicu peningkatan tekanan darah yang mana kondisi tersebut, kata dr Radityo, bisa meningkatkan risiko penyakit jantung dan/atau stroke.

 BACA JUGA:Tips Dokter Mencegah Penyakit Jantung, Jalan Cepat Hingga Berkeringat

Artinya, bekerja berlebihan sampai akhirnya menglami stres, depresi, dan ansietas, bukan hanya menggerus kesehatan mental. Tapi berpengaruh juga pada kesehatan fisik secara menyeluruh, termasuk di dalamnya kesehatan jantung.

Itu kenapa, salah satu saran yang dianjurkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, untuk mencegah penyakit jantung adalah dengan mengelola stres. Sehingga faktor risiko penyakit jantung bisa ditekan.

"Salah satu cara mencegah penyakit jantung adalah mengelola stres. Jika stres dikelola dengan baik, maka dapat meminimalisir masalah kesehatan fisik, termasuk penyakit jantung," terang Eva Susanti, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes.

Namun ingat, mengelola stres dengan baik saja tentu tidak cukup. Tapi semua ini juga harus dibarengi dengan kebiasaan cek kesehatan secara rutin, menghindari rokok, rajin aktivitas fisik, diet seimbang, dan istirahat yang cukup untuk menjaga kesehatan jantung dan tubuh secara keseluruhan.

1
2