Share

Rabies Jadi Masalah yang Belum Terselesaikan di Indonesia, Ini Penyebabnya!

Syifa Fauziah, Jurnalis · Jum'at 30 September 2022 16:45 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi (Foto: Ist)

SAAT ini, rabies masih menjadi masalah yang belum sepenuhnya terselesaikan di dunia, maupun di Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, angka kematiannya juga tinggi, sekitar 100 hingga 156 kasus kematian per tahun. Secara statistik, penyumbang terbesar penularan rabies adalah melalui gigitan anjing.

Di Indonesia, masih ada provinsi yang belum bebas dari rabies. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Zoetis Indonesia tahun 2021, terdapat 22,5 juta populasi anjing dan kucing berpemilik di Indonesia. Namun hanya 3,93% hewan kesayangan yang divaksin. Kondisi ini jelas menunjukkan perlunya juga upaya bersama dari semua pihak, termasuk pemilik hewan peliharaan, untuk bahu-membahu menekan penyebaran penyakit rabies ini.

 rabies

Apalagi saat sedang tren adopsi hewan peliharaan, terutama kucing dan anjing, di kalangan masyarakat Indonesia. Diharapkan ini juga menjadi momentum untuk terus menyebarkan kesadaran tentang masalah rabies.

Berdasarkan riset selama 2018 hingga 2022, diketahui bahwa setidaknya 76 persen ata sekitar 14 juta pemilik hewan peliharaan tidak pernah membawa hewan peliharaannya ke Klinik Hewan. Sebanyak 81 persen pemilik hewan peliharaan tidak memvaksinasi hewan peliharaan mereka sama sekali. Padahal keberadaan hewan peliharaan di setiap rumah rata-rata terdapat dua hingga tiga hewan peliharaan.

Sayangnya, dari hasil penelitian kami itu juga menunjukkan bahwa hanya tiga dari sepuluh pecinta hewan yang pernah mengunjungi dokter hewan. Masih ada pemilik hewan peliharaan yang memiliki pengetahuan terbatas untuk memberikan hewan peliharaan mereka vaksinasi rutin. 

Sementara itu, Kepala Perusahaan yang menangani kesehatan hewan global, Ulrich E. Ginting menjelaskan pihaknya tengah membantu hewan peliharaan untuk hidup lebih lama, lebih sehat melalui obat-obatan dan terapi yang inovatif, serta inisiatif keberlanjutan yang beragam.

Rabies ditransmisikan ke manusia dan hampir selalu mematikan untuk manusia dan hewan. Virus yang menyebabkan rabies menyerang sistem syaraf dan otak mamalia.

“Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk melakukan berbagai kemungkinan untuk meminimalkan paparan penyakit dan mencegah hewan kesayangan kita terserang penyakit dengan vaksin yang terpercaya,” kata Ulrich E. Ginting.

Dengan adanya kerjasama ini juga diharapkan dapat selalu meningkatkan kesadaran dan kepedulian akan pentingnya pencegahan dan pengendalian rabies.

1
2