Share

5 Penyebab Tubuh Tak Berkeringat, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Saraf

Asthesia Dhea Cantika, Jurnalis · Jum'at 30 September 2022 13:55 WIB
$detail['images_title']
Tubuh Tidak Berkeringat (Foto: Shutterstock)

5 penyebab tubuh tak berkeringat memang menarik untuk dikupas. Keringat termasuk salah satu tanda tubuh memiliki sistem metabolisme yang berjalan normal.

Melansir dari Healthline, keringat adalah proses pelepasan cairan mengandung garam dari kelenjar keringat. Perubahan suhu tubuh, suhu luar, atau keadaan emosional dapat menyebabkan keringat. Keringat sendiri secara umum berfungsi sebagai pengatur suhu tubuh.

Namun, proses alami yang umum dilakukan tubuh ini ternyata ta dialami oleh sebagian orang. Ya, terdapat beberapa orang yang memiliki tubuh tak mengeluarkan keringat.

Tubuh Berkeringat

Berikut 5 penyebab tubuh tak berkeringat yang dirangkum dari berbagai sumber:

1. Obat-obatan

Mengkonsumsi obat-obatan tertentu, terutama antikolinergik dapat menyebabkan berkurangnya keringat. Adapun efek samping yang ada dari obat tersebut meliputi sakit tenggorokan, mulut kering, dan pengurangan keringat.

2. Keturunan

Beberapa orang mungkin mewarisi gen yang rusak yang menyebabkan kelenjar keringat tidak berfungsi. Kondisi bawaan yang disebut displasia ektodermal hipohidrotik ini menyebabkan orang dilahirkan dengan kelenjar keringat yang sangat sedikit atau tidak sama sekali.

3. Dehidrasi

Bila seseorang kehilangan lebih banyak cairan daripada yang diambil, kelenjar keringat mereka sulit untuk berfungsi dengan baik. Alhasil, mereka tidak bisa berkeringat seperti orang normal sebab kekurangan kelembaban yang dibutuhkan untuk keringat diproduksi.

Demikian 5 penyebab tubuh tak berkeringat yang wajib diketahui. Sebisa mungkin agar metabolisme tubuh tetap terjaga penuhi asupan cairan tubuh.

4. Gangguan Kulit

Adapun gangguan kulit juga bisa mempengaruhi kelenjar keringat. Diantaranya adalah radiasi, trauma, infeksi, peradangan, psoriasis, dermatitis eksfoliatif, ruam panas dan skleroderma,

5. Kerusakan Saraf

Setiap kondisi yang menyebabkan kerusakan saraf dapat mengganggu fungsi kelenjar keringat. Adapun kondisi yang dapat merusak saraf, antara lain sindrom Ross merupakan kelainan langka yang ditandai dengan disfungsi keringat dan pupil yang tidak melebar dengan benar.

(RIN)

1
2