Share

Indonesia Akhirnya Mulai Produksi Vaksin Covid-19 mRNA dalam Negeri

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 30 September 2022 12:36 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi vaksin Covid-19, (Foto: Freepik)

VAKSIN Covid-19 AWcorna yang didaftarkan PT Etana Biotechnology Indonesia (PT Etana) dan dikembangkan oleh Abogen-Yuxi Walvax, China, akhirnya mempunyai Emergency Use Authorization (EUA) alias izin penggunaan darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan, Badan POM RI.

Seiring dengan terbitnya EUA dari BPOM pada hari ini, Jumat, 30 September 2022, ini artinya vaksin dengan platform mRNA tersebut siap diproduksi di PT Etana dan menandai menjadi vaksin mRNA pertama yang diproduksi di dalam negeri.

Badan POM menilai, vaksin Awcorna sudah memenuhi standar penilaian secara internasional. Maka dari itu, sudah bisa diproduksi di Indonesia.

"Berdasarkan penilaian kami, vaksin AWcorna sudah siap diproduksi di Indonesia. Selain karena efikasinya yang baik, keamanan vaksin dan mutu produksi pun telah sesuai dengan standar Internasional," papar Kepala BPOM Penny K. Lukito dalam konferensi pers virtual, Jumat (30/9/2022).

Penny menambahkan, momentum ini juga jadi penanda jika Indonesia adalah bangsa yang bisa memproduksi vaksin Covid-19 sendiri.

"Dengan keluarnya EUA vaksin AWcorna ini juga sekaligus memberitahu kepada dunia bahwa Indonesia sangat kompeten untuk memproduksi vaksin dengan platform mRNA, tak hanya vaksin Covid-19 saja," tambahnya.

Terkait efikasi, vaksin AWcorna diketahui memiliki efikasi sebesar 83,58 persen. Bahkan, pengujian terhadap varian Covid-19 Omicron yang dilakukan oleh peneliti, diketahui efikasinya melawan varian Omicron sampai sebesar 71,71 persen. Begitu pun dengan keamanan vaksin yang dinilai sudah terjamin.

Sedangkan untuk efek sampinya sendiri, vaksin ini diungkap Penny, dapat ditoleransi dengan baik. Sebab efek sampingnya tergolong ringan, dengan gejala paling sering adalah demam, nyeri di lokasi suntikan, kelelahan, sakit kepala, dan bengkak serta tidak ada kematian yang dilaporkan.

Dijelaskan juga bahwa vaksin AWcorna direkomendasikan untuk penyuntikan primer. Tak hanya itu, vaksin ini pun boleh diberikan sebagai vaksin booster secara heterolog (vaksin sebelumnya boleh Sinovac atau Sinopharm).

"Vaksin mRNA ini diberikan kepada populasi berusia 18 tahun ke atas, dengan dosis 2 kali suntikan, intervalnya 28 hari," tandas Penny.

 BACA JUGA:Kabar Baik, Vaksin IndoVac Buatan BUMN Siap Diproduksi 20 Juta Dosis

BACA JUGA:Kemenkes Minta Masyarakat Tak Rewel Soal Vaksin Booster, Menkes Budi: Tidak Perlu Terlalu Memilih Jenisnya

1
2