Share

Cat Rambut Bisa Bikin Kanker? Ini Kata Ahli!

Vivin Lizetha, Jurnalis · Jum'at 30 September 2022 11:15 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi (Foto: Ist)

MELAKUKAN pengecatan rambut sebenarnya hal yang biasa dilakukan sebagian orang saat ini. Selain untuk mempercantik diri, juga bermanfaat untuk melepaskan kebosanan pada penampilan yang ada.

Namun, kasus viral yang baru-baru ini terjadi, yaitu seorang perempuan diduga terkena kanker leukemia karena sering mengecat rambut, membuat kita jadi berpikir. Apakah mengecat rambut aman untuk kesehatan?

 warna wambut

Saat ini ada 3 jenis pewarna rambut yang beredar di pasaran. Mulai dari yang bersifat permanen, semi permanen dan pewarna alami. Rata-rata pewarna rambut yang digunakan salon adalah permanen.

Banyak yang berpendapat bahwa pigmen yang mengendap di batang rambut dapat menimbulkan resiko kanker. Orang-orang terpapar bahan kimia dalam pewarna wambut melalui kontak langsung dengan kulit atau menghirup asap selama proses pewarnaan. Namun masih belum jelas apakah dengan demikian dapat dengan langsung meningkatkan risiko kanker, atau kematian karena kanker.

Dikutip dari health.harvard.edu, Jumat (30/9/2022), ada penelitian terbaru yang menunjukkan pewarna rambut permanen tampaknya tidak meningkatkan risiko kanker secara keseluruhan. Para peneliti di Harvard Medical School mengevaluasi penggunaan pewarna rambut pribadi dan risiko kanker dan kematian terkait kanker.

Penulis penelitian menganalisis data survei dari 117.200 wanita yang terdaftar dalam Nurses' Health Study, dikumpulkan selama 36 tahun mulai tahun 1976. Mereka mentabulasi informasi yang mencakup usia, ras, indeks massa tubuh, status merokok, asupan alkohol, warna rambut alami, rambut permanen penggunaan pewarna, dan faktor risiko untuk jenis kanker tertentu.

Dibandingkan dengan non-pengguna pewarna rambut, peserta yang pernah menggunakan pewarna rambut permanen memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker pada jenis tertentu. Seperti kanker kulit, risiko sedikit lebih tinggi pada pengguna yang pernah pakai dibandingkan dengan non-pengguna.

Risiko kanker payudara dan kanker ovarium tertentu tampaknya juga meningkat dengan penggunaan pewarna permanen jangka panjang. Wanita mewarnai rambut dengan warna gelap memiliki peningkatan risiko limfoma Hodgkin, dan wanita dengan rambut terang alami diamati memiliki risiko lebih tinggi untuk kanker kulit.

Meski begitu, tim peneliti masih berhati-hati dalam melaporkan temuan mereka. Karena hasil tersebut belum tentu dapat menyimpulkan kondisi di lapangan keseluruhan.

1
2