Share

Lesti Kejora Serahkan Bukti Dugaan KDRT, Ini 5 Tahapan Prosedur Tes Visum

Wiwie Heriyani, Jurnalis · Kamis 29 September 2022 19:15 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi, (Foto: Freepik)

3. Pemeriksaan internal: Dalam rangkaian pemeriksaan visum, dokter juga mungkin akan memeriksa luka bagian dalam jika diperlukan. Hal ini biasanya dicurigai bila ada cedera pada bagian dalam, patah tulang, atau kehamilan. Jenis pemeriksaan yang dilakukan bisa meliputi rontgen atau USG.

4. Analisis forensik: Jika pada tubuh korban masih terdapat jejak DNA pelaku, seperti helai rambut, atau darah, dokter akan melakukan analisis forensik. Kemudian, pemeriksaan visum tersebut akan dianalisa di laboratorium untuk memastikan identitas pelaku kekerasan dan dijadikan sebagai alat bukti.

5. Pemeriksaan psikiatri: Bukan hanya dilakukan pemeriksaan fisik, korban juga akan dimintai keterangan tentang kondisi kejiwaannya.

Sebagai informasi, tes visum ini akan dilakukan dengan dokter spesialis kejiwaan. Dengan begitu, tanda-tanda gangguan psikologis, seperti trauma, PTSD, hingga depresi bisa terdeteksi. Usai seluruh rangkaian tes selesai, dokter akan membuat laporan atau kesimpulan medis berdasarkan hasil yang ditemukan. Kesimpulan ini yang akan dibawa oleh tim penyidik sebagai alat bukti di pengadilan.

 BACA JUGA:Lesti Kejora Bawa Bukti Dugaan KDRT, Apa Itu Pemeriksaan Visum?

BACA JUGA:Demam Berdarah: Pengertian Umum, Gejala, Penyebab,Faktor Risiko, dan Pencegahan

Follow Berita Okezone di Google News

(rpa)