Share

Lesti Kejora Serahkan Bukti Dugaan KDRT, Ini 5 Tahapan Prosedur Tes Visum

Wiwie Heriyani, Jurnalis · Kamis 29 September 2022 19:15 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi, (Foto: Freepik)

PEMBERITAAN terkait kasus dugaan KDRT (kekerasan dalam rumah tangga) yang dialami pedangdut Lesti Kejora oleh sang suami, Rizky Billar tengah menyita perhatian publik.

Melaporkan sang suami ke polisi, Lesti diberitakan sudah menyerahkan hasil pemeriksaan visum sebagai bukti atas laporannya tersebut.

Pemeriksaan visum terhadap korban kekerasan seksual, fisik dan mental melalui laporan tertulis yang dikeluarkan oleh penyedia layanan kesehatan tersebut, dilakukan dengan melalui lima tahapan. Apa saja tahapan dari prosedur pemeriksaan visum? Berikut paparannya, sebagaimana diwarta dari Hellosehat, Kamis, (29/9/2022).

1.Pemeriksaaan kondisi kesehatan secara umum: Masuk jadi salah satu prosedur yang dilakukan ketika visum berlangsung. Misalnya, apakah korban datang dalam keadaan sadar, tetapi tampak kebingungan, panik, atau gelisah. Jika korban memerlukan pertolongan darurat akibat luka berat atau kondisi mental yang tak terkendali, petugas wajib memberikan pertolongan. Hal ini dilakukan sebelum melanjutkan visum agar proses pemeriksaan berjalan lancar.

2. Pemeriksaan fisik: Tahapan selanjutnya yakni pemeriksaan fisik menyeluruh, mulai dari tekanan darah, denyut nadi, bukti tindak kekerasan, hingga luka yang tampak pada bagian luar tubuh. Biasanya, pada korban kekerasan seksual atau pemerkosaan berjenis kelamin perempuan bisa meminta dokter atau petugas medis perempuan sebagai orang yang memeriksa.

3. Pemeriksaan internal: Dalam rangkaian pemeriksaan visum, dokter juga mungkin akan memeriksa luka bagian dalam jika diperlukan. Hal ini biasanya dicurigai bila ada cedera pada bagian dalam, patah tulang, atau kehamilan. Jenis pemeriksaan yang dilakukan bisa meliputi rontgen atau USG.

4. Analisis forensik: Jika pada tubuh korban masih terdapat jejak DNA pelaku, seperti helai rambut, atau darah, dokter akan melakukan analisis forensik. Kemudian, pemeriksaan visum tersebut akan dianalisa di laboratorium untuk memastikan identitas pelaku kekerasan dan dijadikan sebagai alat bukti.

5. Pemeriksaan psikiatri: Bukan hanya dilakukan pemeriksaan fisik, korban juga akan dimintai keterangan tentang kondisi kejiwaannya.

Sebagai informasi, tes visum ini akan dilakukan dengan dokter spesialis kejiwaan. Dengan begitu, tanda-tanda gangguan psikologis, seperti trauma, PTSD, hingga depresi bisa terdeteksi. Usai seluruh rangkaian tes selesai, dokter akan membuat laporan atau kesimpulan medis berdasarkan hasil yang ditemukan. Kesimpulan ini yang akan dibawa oleh tim penyidik sebagai alat bukti di pengadilan.

 BACA JUGA:Lesti Kejora Bawa Bukti Dugaan KDRT, Apa Itu Pemeriksaan Visum?

BACA JUGA:Demam Berdarah: Pengertian Umum, Gejala, Penyebab,Faktor Risiko, dan Pencegahan

1
2