Share

Masuk Narkoba Golongan 4, Kenali 6 Efek Samping Obat Penenang Benzodiazepine

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Kamis 29 September 2022 17:31 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi Obat Penenang. (Foto: Shutterstock)

OBAT penenang memang dapat dikonsumsi untuk umum, namun harus dengan resep dokter. Nah, salah satu obat penenang yang banyak dijual adalah diazepam.

Masuk Narkoba golongan IV psikotropika, penggunaan diazepam memang diperbolehkan, selama digunakan untuk pengobatan. Meski begitu, obat ini dapat menyebabkan kecanduan ringan.

Diazepam itu sendiri termasuk obat penenang, yaitu golongan obat yang diresepkan dokter untuk mengatasi kejang dan kecemasan sebelum pasien menjalani prosedur medis. Jika disalahgunakan, obat ini bisa menyebabkan sejumlah efek samping.

Di bawah ini efek samping obat penenang Benzodiazepine seperti dilansir dari KlikDokter.

Pusing dan Kebingungan

Benzodiazepine bisa menimbulkan efek relaksasi. Sebab, obat penenang ini dapat memengaruhi sistem saraf tengah. Kendati demikian, jika dikonsumsi dengan cara tidak tepat (berlebihan), benzodiazepine bisa bikin kamu mengalami efek samping berupa pusing dan lemas.

Jika sampai overdosis, obat penenang ini bisa menyebabkan kesulitan bicara dan kebingungan, lho. Kondisi tersebut dapat pula mengganggu keseimbangan tubuh kamu sehingga meningkatkan risiko terjatuh dan cedera.

Obat-obatan

Halusinasi

Efek samping obat penenang benzodiazepine berikutnya adalah halusinasi. Halusinasi adalah gangguan persepsi yang membuat kamu merasakan, mencium, melihat, atau mendengar sesuatu yang sebenarnya tidak ada. Akibatnya, kamu bisa meracau dan ketakutan tanpa sebab.

Menurut dr. Arina Heidyana, halusinasi disebabkan oleh penggunaan berlebih benzodiazepine dalam jangka waktu lama. Selain itu, halusinasi juga bisa terjadi ketika kamu kecanduan benzodiazepine dan tidak lagi mengonsumsi obat tersebut.

“Soalnya, Benzodiazepine meningkatkan GABA (gamma amino butirat acid) di otak. Asam amino ini menghambat penyampaian pesan antarsel saraf, sehingga mencetuskan halusinasi,” ucap dr. Arina.

Ketergantungan

Benzodiazepine bisa membuat kamu ketergantungan. Kondisi ini membuat kamu sulit berhenti untuk menggunakan obat penenang tersebut. Efek samping kecanduan Benzodiazepine bisa menimbulkan gejala psikis dan fisik ketika penggunanya tidak lagi mengonsumsi obat tersebut.

Memperburuk Gejala Kecemasan dan Depresi

Benzodiazepine diyakini bisa memberikan efek menenangkan, sehingga rasa cemas dan depresi bisa berkurang. Sayangnya, jika digunakan secara berlebihan, obat penenang ini menyebabkan sistem saraf terganggu. Dampak buruknya, overdosis Benzodiazepine justru memperburuk gejala kecemasan dan depresi.

Disfungsi Ereksi

Menurut studi yang dimuat British Journal of Urology International, efek samping obat penenang Benzodiazepine bisa menyebabkan disfungsi ereksi. Disfungsi ereksi adalah ketidakmampuan mencapai atau mempertahankan ereksi, yaitu kondisi penis membesar, menegang, dan mengeras saat diberi rangsangan seksual.

Disfungsi ereksi berbahaya, karena bisa merusak hubungan kamu dengan pasangan. Karena itu, jika tidak ingin mengalami disfungsi ereksi, jangan sembarangan mengonsumsi Benzodiazepine ya!

Penurunan Kemampuan Mengingat

Sebuah riset yang diterbitkan British Medical Journal mengungkapkan bahwa efek samping penyalahgunaan Benzodiazepine bisa menyebabkan Alzheimer dan demensia. Kedua penyakit otak yang menurunkan kemampuan daya ingat itu terjadi karena obat penenang ini memiliki sifat amnestik, yang bisa membuat kamu kehilangan ingatan.

Kematian

Selain 6 efek samping penggunaan tersebut, penyalahgunaan Benzodiazepine bisa menyebabkan overdosis dan menurunkan kesadaran, mengurangi tekanan darah, hingga menghentikan pernapasan. Kematian utamanya terjadi ketika Benzodiazepine digunakan bersama alkohol.

Efek samping penyalahgunaan obat penenang Benzodiazepine berbahaya bagi kesehatan. Untuk mengurangi risikonya, The Yale Journal of Biology and Medicine menganjurkan agar kamu mengurangi dosis penggunaan obat secara bertahap.

1
2