Share

Reyhan Sulit Dilupakan Hanya Karangan saja, Intan Lembata Halu atau Delusi?

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Kamis 29 September 2022 15:58 WIB
$detail['images_title']
Intan sulit lupakan Reyhan (Foto: Inst)

RUPANYA TikToker Intan Lembata mengakui bahwa karakter Reyhan yang sulit dilupakan itu hanyalah karangan semata. Sosok Reyhan hanya ada di pikirannya, bukan manusia nyata.

Pernyataan Intan Lembata ini membuat publik gaduh. Ya, banyak netizen menilai Intan Lembata halu karena menciptakan karakter yang tidak nyata dan uniknya, sosok pria itu dia hidupkan dalam setiap konten TikTok yang dibuatnya.

 Intan

Lantas, benarkah Intan Lembata halu? Atau TikToker itu alami delusi?

Anda perlu tahu bahwa halusinasi dan delusi adalah dua hal yang berbeda sekalipun kerap dianggap sama. Secara sederhana, halusinasi adalah persepsi sensorik sedangkan delusi adalah keyakinan yang salah.

Contoh sederhananya begini, halusinasi adalah ketika melihat seseorang yang sebetulnya tidak ada atau mendengar orang bicara padahal tidak ada siapa-siapa di sekitar Anda.

Nah, kalau delusi itu dapat digambarkan begini ketika seseorang berpikiran bahwa dirinya adalah selebriti padahal sebetulnya dia bukan siapa-siapa.

Menurut laman Healthline, Kamis (29/9/2022), seseorang bisa alami halusinasi pun delusi karena penyakit atau kondisi medis yang menyertainya, seperti:

1. Penyakit Parkinson

2. Penyakit Huntington

3. Tumor otak

4. Bentuk demensia tertentu seperti Alzheimer

5. Sipilis

6. HIV

7. Beberapa bentuk epilepsi

8. Penggunaan zat tertentu

9. Stroke

Mengetahui penyebab yang mendasari seseorang alami halusinasi atau delusi adalah penting, karena diagnosis yang akurat akan membantu individu tersebut mencapai kesembuhan yang sempurna.

Apa yang bisa dilakukan untuk mengobati halusinasi dan delusi?

Untuk mengobati halusinasi, perawatan yang direkomendasikan akan sangat tergantung pada apa penyebabnya. Obat-obatan bisa digunakan, bersamaan dengan konseling.

Obat spesifik yang diresepkan tergantung pada gejala halusinasinya. Konseling dapat membantu Anda memahami apa yang sebetulnya terjadi pada diri Anda selagi mengembangkan strategi koping.

Jika halusinasi disebabkan oleh obat-obatan, maka dokter dapat mengurangi dosis obat yang dikonsumsi atau bahkan menghentikannya.

Nah, kalau pengobatan delusi yang biasa direkomendasikan adalah terapi perilaku kognitif (CBT). Terapi ini dianggap sebagai salah satu yang efektif menangani delusi.

Terapi CBT melibatkan membangun hubungan dengan profesional kesehatan mental, mengenali bagaimana delusi menguasai hidup Anda, dan menerapkan strategi CBT. Jika delusi yang terjadi adalah bagian dari psikosis, maka CBT sering digunakan bersama dengan obat antipsikotik.

1
2