Share

Demam Berdarah: Pengertian Umum, Gejala, Penyebab,Faktor Risiko, dan Pencegahan

Asthesia Dhea Cantika, Jurnalis · Kamis 29 September 2022 08:43 WIB
$detail['images_title']
Demam Berdarah (Foto: Times Of India)

DEMAM Berdarah Dengue (DBD) tentunya bukanlah suatu hal yang baru ditelinga masyarakat Indonesia. Hal ini juga masih jadi ancaman serius di sejumlah wilayah di Indonesia. Pasalnya penyakit satu ini juga membawa dampak untuk sektor sosial dan ekonomi masyarakat.

Demam Berdarah

Demam Berdarah Dengue atau DBD merupakan penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti. Center for Disease Control (CDC) melaporkan bahwa demam berdarah kini menjadi epidemi di berbagai negara baik negara berkembang maupun negara maju.

Penularan dari orang ke orang tidak terjadi untuk kasus demam berdarah. Namun, ibu hamil dengan demam berdarah dapat menularkan penyakit tersebut kepada anak mereka.

Melansir dari Healthline, jika mengalami demam berdarah, gejala umum mulai sekitar 4 hingga 10 hari setelah infeksi awal. Dalam banyak kasus, gejala yang dirasa akan ringan dan mungkin seperti gejala flu atau infeksi lain.

Anak kecil dan orang yang belum pernah mengalami infeksi mungkin memiliki penyakit yang lebih ringan daripada remaja dan orang dewasa. Gejala umum umumnya berlangsung selama 2 hingga 7 hari dan mencakup:

Demam tinggi (hingga 106°F atau 41°C)-Sakit kepala parah-Pembengkakan kelenjar getah bening-Nyeri sendi dan otot yang parah-Ruam kulit (muncul antara 2 dan 5 hari setelah demam awal)-Gejala demam berdarah yang parah, meliputi:-Sakit perut dan nyeri saat ditekan-Muntah ringan sampai berat (tiga kali dalam 24 jam)-Pendarahan ringan dari hidung atau gusi-Muntah darah atau darah dalam tinja-Alami kelelahan, kegelisahan, atau mudah marah.

Melansir dari Heathline, metode perlindungan terbaik adalah menghindari gigitan nyamuk dan mengurangi populasi nyamuk. Saat berada di area berisiko tinggi, terdapat beberapa hal yang harus dilakukan:

-Hindari daerah pemukiman padat penduduk.- Gunakan obat nyamuk baik di dalam dan di luar ruangan.- Pakai kemeja lengan panjang dan celana yang dimasukkan ke dalam kaus kaki.

-Gunakan AC daripada mendinginkan ruangan dengan membuka jendela.Pastikan kaca jendela dan pintu terpasang dengan baik dan semua lubang telah diperbaiki atau ditutup.-Gunakan kelambu jika area tidur tidak ada penyaring.-Kurangi populasi nyamuk dengan menyingkirkan daerah perkembangbiakan nyamuk.

Demikian pemahaman terkait demam berdarah yang perlu dipahami dan dicegah. Sebisa mungkin menjaga kebersihan lingkungan agar terhindar dari nyamuk yang membawa virus penyebab demam berdarah.

(RIN)

1
2