Share

Lesti Kejora Diduga Alami KDRT, Ini 5 Cara Pemulihan dari Trauma

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Kamis 29 September 2022 15:39 WIB
$detail['images_title']
Lesti Kejora dan suaminya (Foto: inst)

SAAT ini rumah tangga Lesti Kejora dan Rizky Billar sedang terguncang. Lesti resmi melaporkan sang suami atas kasus dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Laporan polisi Lesti Kejora terhadap Rizky Billar dilayangkan di Polres Metro Jakarta Selatan pada Rabu (28/8/2022) malam. Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan pun membenarkan adanya laporan tersebut.

 Lesti Kejora

"Jadi untuk saudari L (Lesti Kejora-red) semalam mendatangi Polres Jakarta Selatan untuk melaporkan kasus yang dialami. Menurut beliau adalah KDRT," kata AKP Nurma Dewi di kantornya, Kamis (29/9/2022).

Rupanya KDRT bisa membuat korban mengalami trauma mendalam. Sebab korban mengingat kembali kejadian buruk yang pernah dialami. Pengidapnya mungkin akan mengalami kesulitan tidur hingga mengganggu aktivitasnya sehari-hari.

Jika tak segera ditangani, trauma ini dapat menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan mental seseorang. Berikut sejumlah langkah pemulihan trauma psikis yang bisa dilakukan korban.

1. Jangan dihindari tapi dihadapi

Meskipun mencoba mengabaikan atau melupakan peristiwa traumatis, unsur utama dalam pemulihan adalah belajar untuk baik-baik saja tanpa berusaha menghindarinya. Menghadapi perasaan secara langsung itu penting karena pengidap akan beradaptasi untuk bergerak maju.

2. Tidak mengisolasi diri

Pengidap trauma tentu perlu dukungan dari lingkungan sekitarnya. Dengan menjangkau teman dan keluarga, langkah ini dapat mempercepat pemulihan.

Jika orang lain memiliki pengalaman yang sama, bicarakan dengan mereka. Mereka mungkin memiliki perasaan yang sama. Buka jalur komunikasi sesegera mungkin setelah peristiwa traumatis.

 BACA JUGA: Lesti Kejora Diduga Mengalami KDRT, Apa Bahayanya?

3. Cari bantuan profesional

Stres yang datang karena peristiwa traumatis bisa sangat mengganggu aktivitas, karena bisa memicu kesedihan, ketakutan, kesedihan, dan depresi.

Oleh karena itu, berkonsultasilah dengan ahli seperti psikiater atau psikolog untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Terlebih, jika gejala tersebut terjadi begitu parah di bulan pertama setelah kejadian hingga mengganggu aktivitas.

4. Bergabung dengan komunitas yang positif

Berbagi kisah dengan orang lain yang juga mengalami pengalaman traumatis, atau sedang mengalaminya, dapat membantu pemulihan setelah trauma. Namun jika bergabung dengan mereka, malah bikin merasa tak nyaman, ada kalanya lebh baik bergabung dengan komunitas yang positif seperti komunitas traveler, olahraga, pencinta film, hal ini akan membuat lebih bahagia.

5. Berolahraga

Berdasarkan penelitian para ahli, olahraga terbukti menjadi salah satu cara paling efektif untuk menangani efek samping dari peristiwa traumatis. Bernapas dalam-dalam, melakukan stretching, dan berjalan adalah pilihan yang baik.

Bisa juga dengan mencoba latihan yang lebih menantang atau intens. Namun, jangan memaksakan diri. Jika lelah, tidak ada salahnya untuk beristirahat sejenak.

Selain itu, pemulihan bisa dilakukan dengan keluar rumah dan bersosialisasi dengan teman atau tetangga rumah. Jangan lupa juga untuk selalu mencukupi kebutuhan tidur agar emosi dapat stabil.

1
2