Share

Gula Berlebihan Bahayakan Jantung, Ini Kata Dokter!

Kevi Laras, Jurnalis · Jum'at 30 September 2022 09:00 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi (Foto: Ist)

BERBAGAI penyakit bisa muncul dari asupan tidak sehat, seperti konsumsi gula berlebihan. Ahli kesehatan mengungkap bahwa kelebihan gula bisa membahayakan jantung.

Lantas berapa takaran normal atau batasan konsumsi gula perharinya?. Menurut Ketua PP Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia(Perki), dr. Radityo Prakoso, SpJP(K) konsumsi gula ada batasnya, yang tidak lebih dari 4 sendok makan per hari.

 gula

"Membatasi gula yang masuk ke dalam tubuh tidak boleh sekitar 4 sendok makan per hari per orang," ujar dr. Radityo Prakoso , SpJP(K) Ketua PP Perki dalam Konferensi Pers di Kanal YouTube Kementerian Kesehatan, Rabu (28/9/2022)

Takaran ini berbeda dengan negara yang sudah banyak obesitas. Menurutnya lebih rendah sekitar 25mg/hari. Sehubungan dengan ini, Kemenkes mengimbau menjaga asupan gula garam dan lemak sesuai dengan rekomendasi maksimum, yaitu gula sebanyak 50 gram per hari (4 sdm), garam sebanyak 2 gram (sdt), dan lemak sebanyak 67 gram (5 sdm).

Sebagaimana disampaikan oleh Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kemenkes dr. Maxi Rein Rondonuwu konsumsi gula berlebih, baik dari makanan atau minuman berisiko tinggi menyebabkan masalah kesehatan seperti gula darah tinggi, obesitas, dan diabetes melitus.

"Tentunya ini akan meningkatkan beban pembiayaan kesehatan di Indonesia. Terlebih lima penyebab kematian terbanyak di Indonesia didominasi oleh penyakit tidak menular,” jelas dr. Maxi dalam laman Sehat Negeriku

Perlu diketahui, sebanyak 61,27% penduduk usia 3 tahun ke atas di Indonesia mengonsumsi minuman manis lebih dari 1 kali per hari, dan 30,22% orang mengonsumsi minuman manis sebanyak 1-6 kali per minggu. Sementara hanya 8,51% orang mengonsumsi minuman manis kurang dari 3 kali per bulan (Riskesdas, 2018).

Data ini patut menjadi perhatian, kata dr Maxi terjadi peningkatan prevalensi, berat badan berlebih dan obesitas pada anak muda yang meningkat 2 kali lipat dalam 10 tahun terakhir. Data tahun 2015, menunjukkan prevalensi berat badan berlebih pada anak-anak usia 5-19 tahun dari 8,6% pada 2006 menjadi 15,4% pada 2016.

1
2