Share

Merokok Masuk 5 Faktor Risiko Penyakit Jantung, Mirisnya Jumlah Perokok Anak Meningkat Setiap Tahun!

Kevi Laras, Jurnalis · Kamis 29 September 2022 10:08 WIB
$detail['images_title']
Stop kebiasaan merokok salah satu faktor risiko penyakit jantung (Foto: Shutterstock)

SETIAP 29 September diperingati sebagai Hari Jantung Sedunia. Penyakit jantung memang masih menjadi salah satu penyebab kematian utama. Lantas, apa saja faktor risiko terkena penyakit jantung? 

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan Dr Eva Susanti, S.Kp., M.Kes mengungkapkan bahwa ada 5 faktor bisa meningkatkan risiko penyakit jantung. Salah satunya hipertensi sampai obesitas, berikut 5 faktornya.

Penyakit Jantung

- Hipertensi

- Obesitas

- Merokok

- Diabetes

- Tidak beraktivitas (mager)

"Ini sebenarnya bisa kita kendalikan kalau semua masyarakat memiliki keinginan yang sama. Kemudian didukung oleh seluruh sektor terkait lebih mudah untuk di tangani," ujar Dr Eva Susanti Direktur P2PTM dalam Konferensi Pers Hari Jantung Sedunia dalam Kanal YouTube Kementerian Kesehatan, dikutip Kamis (29/9/2022)

Sehubungan dengan rokok di Indonesia justru banyak dilakukan oleh anak-anak. Yang mana angka prevalensinya terus meningkat menurut data Kemenkes.

Stop Kebiasaan Merokok

BACA JUGA : Peringati Hari Jantung Sedunia, Yuk Lakukan 6 Cara Menjaga Kesehatan Jantung!

BACA JUGA : Bukan Mitos, Turunkan Berat Badan dengan Instan Bisa Picu Serangan Jantung

Data menunjukkan pada 2013 prevalensi perokok anak mencapai 7,20%, kemudian naik menjadi 8,80% tahun 2016, 9,10% tahun 2018, dan 10,70% tahun 2019. Bahkan setiap tahunnya bertambah dan jika tidak dikendalikan, prevalensi perokok anak meningkat hingga 16% di tahun 2030.

"ini juga terjadi sangat signifikan terutama pada anak-anak," jelas Eva

Tingkat kematian dari 33 penyakit yang berkaitan dengan perilaku merokok, mencapai 230.862 pada tahun 2015. Dengan total kerugian makro mencapai Rp. 596,61 triliun.

Tembakau membunuh 290.000 orang setiap tahunnya dan merupakan penyebab kematian terbesar akibat penyakit tidak menular di Indonesia.

(hel)