Share

Mengandung Pestisida, Pusat Keamanan Pangan Hong Kong Tarik Mi Sedaap dari Peredaran

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 28 September 2022 15:46 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi mi instan, (Foto: Freepik)

PUSAT Keamanan Pangan Hong Kong, Center for Food Safety (CFS) baru saja mengumumkan produk mi instan yang diimpor dari Indonesia, Mie Sedaap Korean Spicy Chicken Flavor Fried Noodle, memiliki kandungan pestisida, etilen oksida.

Dari temuan itu, pemerintah Hong Kong mengeluarkan larangan keras kepada masyarakat untuk mengonsumsi produk mi instan tersebut. Tak hanya melarang mengonsumsi, CFS juga mengimbau untuk segera menarik semua batch produk dari pasar.

Berdasar rilis resmi CFS yang diterbitkan pada Selasa, 27 September 2022, detail produk yang dimaksud ialah mi instan dengan nama produk Sedaap Korean Spicy Chicken Flavor Fried Noodle dari merek Mi Sedaap dengan berat bersih 425 gram, produknya berasal dari Indonesia dengan agen tunggal yakni Golden Long Food Trading Ltd dan pengecer PARKnSHOP (HK) Terbatas dan memiliki tanggal kadaluarsa, 19 Mei 2023

"CFS mengumpulkan sampel produk dari supermarket di Lok Fu untuk pengujian di bawah pengawasan Food Surveillance Program. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sampel mi, bumbu mi, dan bubuk cabai produk mengandung pestisida, etilen oksida," dikutip dari siaran resmi CFS, Rabu (28/9/2022).

CFS diketahui telah menghubungi pihak yang bersangkutan tentang temuan tersebut, dan sudah menginstruksikan agar segera menghentikan penjualan dan menariknya dari pasar. Berdasar laporan CFS, penarikan produk sudah mulai dilakukan.

Dalam laporan yang sama, dijelaskan bahwa The International Agency for Research on Cancer mengklasifikasikan etilen oksida sebagai karsinogen Grup 1. Lebih lanjut, mengacu pada Pesticide Residues in Food Regulation (Cap 132CM), makanan yang mengandung residu mungkin hanya boleh dijual jika makanan tersebut tidak berbahaya atau merugikan kesehatan.

"Pelanggar bisa dikenakan denda maksimum USD 50000 atau sekitar Rp763 juta dan penjara selama 6 bulan setelah terbukti bersalah," terang laporan CFS.

Imbas dari kejadian ini, CFS akan memperketat perdagangan dan akan terus menindaklanjuti temuan tersebut, serta mengambil tindakan sesuai hasil investgasi yang sedang berlangsung.

 BACA JUGA:Saus dan Kecap Indonesia Ditarik Badan Pangan Singapura karena Kandungan Sulfur Dioksida dan Asam Benzoat, Apa Bahaya Keduanya?

BACA JUGA:Saus dan Kecap ABC Ditarik Badan Pangan Singapura, Kenapa?

1
2