Share

Waspada, Depresi Gangguan Suasana Hati Ternyata Memicu Penyakit Kronis

Asthesia Dhea Cantika, Jurnalis · Rabu 28 September 2022 09:30 WIB
$detail['images_title']
Depresi (Foto: Unsplash)

DEPRESI adalah kondisi mental yang umum dirasakan oleh mayoritas orang. Kondisi ini diperkirakan mencapai 3,8 persendari populasi di dunia. Terdapat 5 persen penderitanya orang dewasa dan 5,7 persen di antara orang dewasa yang lebih tua dari 60 tahun.

Depresi

Lantas, apa pengertian depresi? Bagaimana gejala, penyebab, faktor resiko, dan pencegahannya? Untuk memahaminya, simak rangkuman okezone, berikut ini.

Melansir dari Healthline, depresi diklasifikasikan sebagai gangguan suasana hati. Kondisi ini dapat digambarkan sebagai perasaan sedih, kehilangan, atau kemarahan yang mengganggu aktivitas sehari-hari seseorang.

Depresi umumnya melibatkan kebencian pada diri sendiri atau hilangnya harga diri,. Pada gangguan depresi mayor, perasaan sedih bersifat tetap atau konstan.

Depresi dapat mengganggu pekerjaan sehari-hari yang mengakibatkan hilangnya waktu dan produktivitas yang lebih rendah. Tak hanya itu, dapat mempengaruhi hubungan dan beberapa kondisi kesehatan kronis.

Tak semua orang dengan depresi akan mengalami gejala yang sama. Gejala dapat bervariasi sesuai dengan tingkat keparahan, seberapa sering terjadi, dan berapa lama berlangsung.

Jika mengalami beberapa dari gejala berikut selama hampir setiap hari dengan rentang waktu minimal 2 minggu, mungkin dapat dikatakan sedang depresi

Berikut gejala depresi yang tidak disadari banyak orang.

1. Perasaan marah dan perubahan suasana hati : Siapa sangka kalau marah adalah gejala dari depresi. Hal ini bisa dilihat pada orang yang mudah tersinggung, kesal dan amarah menjadi reaksi yang ditampilkan. Orang yang depresi itu bias akan informasi negatif, dan dengan demikian akan terus menerus menunjukkan hal negatif dalam situasi apa pun.

2. Perasaan rendah diri dan rasa bersalah: Kerap merasa paling salah? Merasa rendah diri? Jika iya, ini gejala depresi yang perlu di perhatikan. Depresi dapat menyebabkan perasaan rendah diri dan rasa bersalah yang mengarah pada kecemasan, karena tidak mampu mengatasi masalah dalam hidup. Orang yang depresi sering khawatir berlebihan, mengalami perasaan tegang dan stres akan sesuatu yang bersifat subjektif, yang mana perasaan ini terjadi berulang.

3. Hilang minat: Orang yang depresi kehilangan minatnya, contoh sederhana adalah orang depresi itu tidak menyukai sesuatu yang sebelumnya dia sukai.

4. Minum alkohol berlebih: Mengonsumsi alkohol tidak wajar alias dalam jumlah banyak, adalah gejala lain dari depresi. Orang dengan depresi dua kali lebih berpeluiang mengonsumsi alkohol dalam jumlah banyak karena bagi mereka itu bisa meminimalisir perasaan tidak nyaman dalam dirinya. Alkohol atau narkoba dianggap orang yang sedang depresi sebagai alat untuk mengobati perasaan mereka atau setidaknya agar bisa semangat lagi.

5. Sakit fisik: Depresi yang tidak tertangani dapat berimbas pada kondisi fisik yang terus menurun. Ini membuktikan bahwa depresi bukan hanya masalah yang ada di kepala, tapi bisa berdampak pada kesehatan fisik alias tubuh kita. Beberapa keluhan fisik yang muncul saat seseorang depresi antara lain kelelahan, penurunan toleransi terhadap rasa sakit, otot pegal di seluruh tubuh terutama di punggung dan bahu, sakit kepala, masalah penglihatan, sakit perut, masalah pencernaan, dan masalah pada usus.

Obat-obatan tertentu seperti beberapa jenis kontrasepsi hormonal, kortikosteroid, dan beta-blocker dapat dikaitkan dengan peningkatan risiko depresi.

Melansir dari laman resmi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), program pencegahan telah terbukti mengurangi depresi. Pendekatan komunitas yang efektif untuk mencegah depresi termasuk program berbasis sekolah untuk meningkatkan pola koping positif pada anak-anak dan remaja.

Sementara, intervensi untuk orang tua dari anak-anak dengan masalah perilaku dapat mengurangi gejala depresi orang tua dan meningkatkan hasil untuk anak-anak mereka. Program latihan untuk orang tua juga bisa efektif dalam pencegahan depresi.

Demikian pemahaman terkait depresi yang perlu dipahami dan dicegah. Sebisa mungkin menjaga suasana hati agar tak mengalami kondisi ini.

(RIN)

1
3