Share

Delusional: Jenis, Gejala, Penyebab, Pengobatan

Destriana Indria Pamungkas, Jurnalis · Selasa 27 September 2022 16:03 WIB
$detail['images_title']
Delusional (Foto: Shutterstock)

DELUSIONAL akan menjadi pembahasan yang menarik. Delusional atau waham merupakan sebuah penyakit mental yang serius. Seseorang yang mengalami delusional akan kesulitan membedakan mana khayalan dan kenyataan.

Meski sudah ada bukti jika yang mereka pikirkan hanyalah khayalan, penderita delusional tidak akan mempercayai dan tetap yakin jika hal tersebut adalah kenyataan. Namun, banyak penderita yang mengkaitkan sejumlah situasi yang bisa terjadi dikehidupan nyata.

Depresi

Seperti diracun, ditipu, dicintai dari kejauhan, dan lain-lain. Untuk tahu lebih jelas, simak pembahasan delusional berikut ini.

Delusional terbagi atas beberapa jenis, yaitu:

Erotomania : Penderita delusi erotomania percaya ada seseorang yang jatuh cinta kepadanya dan kemungkinan akan terus mencoba untuk menghubungi orang tersebut. Biasanya orang-orang yang dimaksud adalah selebritis atau tokoh terkemuka. Tak sedikit penderita erotomania menjadi seorang penguntit dan mengganggu privasi.

Grandiose: Orang dengan gangguan grandiose umumnya merasa yakin jika dirinya memmiliki bakat yang hebat dan bisa memunculkan penemuan penting. Beberapa ada yang meyakini dirinya memiliki kekuatan superhero.

Cemburu: Jenis delusi yang satu ini akan membuat pengidapnya percaya bahwa pasangannya tidak setia. Namun, tidak semua kecemburuan berarti delusi.

Penganiyayaan: Delusi ini membuat seseorang percaya jika dirinya atau orang terdekatnya tengah dianiaya, dimata-matai, atau ada yang berusaha menyakiti mereka.

Somatik: Penderita somatik mempercayai jika terdapat cacat fisik ditubuh mereka atau adanya masalah medis.

Campuran: penderitanya memilii dua atau lebih jenis delusi yang telah disebutkan di atas.

Gejala delusional tentunya penderita tidak bisa membedakan khayalan dan kenyataan. Namun, penderita mungkin akan mengalami:

 -Delusi yang tidak aneh. Gejala ini adalah yang paling jelas.

-Mudah tersinggung, marah, atau moodnya memburuk.

-Halusinasi, seperti mendengar atau merasakan sesuatu yang tidak ada.

Belum ada  penyebab pasti mengapa seseorang bisa mengalami delusional. Namun, peneliti melihat adanya beberapa faktor yang memungkinkan seseorang menderita deluional.

Faktor genetik : Peneliti mempercayai jika gangguan delusi bisa diturunkan dari orang tua ke anak-anaknya. Meski demikian, peneliti masih melakukan penelitian lebih lanjut mengenai hal ini.

Biologis: Selain faktor genetik, peneliti juga mempercayai otak abnormal yang mengatur persepsi dan pemikiran bisa menyebabkan seseorang terkena delusi.

Lingkungan atau psikologis: Konsumsi obat-obatan terlarang dan penyalahgunaan alkohol juga memiliki kontribusi yang tinggi dalam memicu munculnya delusi.

Selain itu, sejumlah penyakit diyakini bisa menyebabkan seseorang mengalami delusi. Seperti:

 -Skizofrenia

-Gangguan bipolar

-Depresi

-Stres

-Gangguan kecemasan

-Depresi pascapersalinan

-Obsessive Compulsive Disorder

-Alzheimer

Pengobatan bagi penderita delusional tergantu dari seberapa parah tingkat delusi yang dialami. Pengobatan dengan mengkonsumsi obat-obatan bisa dilakukan, namun akan mudah kambuh. Dokter biasanya akan memberikan obat berupa antipsikotik konvesional, antipsikotik atipikal, obat penenang, hingga antidepresan.

Sementara penderita delusi yang sudah parah dan berpotensi melukai diri sendiri akan diberikan perawatan di rumah sakit hingga kondisinya stabil. Penderita juga akan diberikan terapi psikososial, seperti psikoterapi individu, terapi perilaku kognitif, dan terapi keluarga.

Demikian penjelasan mengenai penyakit delusional. Semoga bermanfaat.

(RIN)

1
3