Share

Ketua PB IDI Nilai Situasi di Indonesia Belum Layak untuk Lepas Masker

Kevi Laras, Jurnalis · Rabu 28 September 2022 07:20 WIB
$detail['images_title']
pakai masker di tengah pandemi, (Foto: Freepik)

SEIRING dengan kondisi pandemi Covid-19 yang membaik,  ditambah dengan pelonggaran pembatasan aturan Covid-19 di banyak negara. Timbul pertanyaan, apakah ini artinya Indonesia juga sudah bisa mencabut aturan pemakaian masker, yang diterapkan sebagai salah satu protokol kesehatan paling mendasar.

Terkait isu siapkah Indonesia untuk lepas masker, secara gamblang Ketua Umum PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Dr. Adib Khumaidi, SpOT, Ketua Umum PB IDI menyebutkan ia menilai kondisi di Indonesia belum siap, belum bisa dikatakan layak untuk masyarakatnya melepas masker.

Menurutnya, Indonesia masih punya pekerjaan rumah yang besar, yakni harus memenuhi indikator -indikator yang telah ditetapkan seperti contohnya capaian vaksinasi booster.

"Kita lihat tadi, kalau indikatornya sudah tercapai. Termasuk yang belum kita capai, adalah vaksinasi booster” kata Dr. Adib kala ditemui di Gedung Dr R Soeharto, Kantor PB IDI, Jakarta Pusat, baru-baru ini.

Ia menegaskan, cakupan vaksinasi booster yang dimaksud bukan bagi kelompok prioritas saja. Tapi untuk seluruh lapisan, elemen masyarakat umum.

“Vaksin booster khusus untuk semua masyarakat ya, bukan untuk kelompok-kelompok tertentu. Termasuk juga nanti ada juga booster kedua," sambungnya.

Ia menjelaskan lebih lanjut, capaian vaksinasi booster menjadi indikator dasar kebijakan ke depannya oleh pemerintah. Sebab booster ini, bisa berkaitan dengan aturan testing yakni PCR atau Antigen, yang diketahui sebagai syarat dalam beraktivitas mau pun perjalanan masyarakat.

"Ini menjadi satu indikator yang harus dijadikan dasar untuk menyatakan sebuah kebijakan. Baik itu kebijakan berkaitan dengan masker, pemeriksaan PCR atau antigen. Harus (melihat) indikator-indikator yang tadi," pungkas Dr. Adib

 BACA JUGA:Seberapa Ampuh Jus Jambu Bantu Naikkan Trombosit saat Kena Demam Berdarah?

BACA JUGA: Pasien Didiagnostik Demam Berdarah 3 Kali, Ternyata Malah Kena Kanker Darah

1
2