Share

Ada Kelangkaan Vaksin Booster Covid-19 di Daerah, PB IDI: Sudah Lapor ke Kementerian Kesehatan

Kevi Laras, Jurnalis · Selasa 27 September 2022 18:58 WIB
$detail['images_title']
Vaksin booster, (Foto: Freepik)

IKATAN Dokter Indonesia (IDI) mengakui memang telah terjadinya kelangkaan vaksin, untuk vaksinasi booster Covid-19 di daerah-daerah di Indonesia.

Hal ini disampaikan oleh Dr Adib Khumaidi, SpOT, Ketua Umum PB IDI. Ia menyebutkan sudah menerima laporan terkait kelangkaan vaksin booster. Sebagai tindak lanjut, kondisi kelangkaan ini ia sebut sudah dilaporkan IDI ke pusat, Kementerian Kesehatan (Kemenkes). .

"Ada beberapa daerah yang melaporkan itu (kelangkaan vaksin booster) dan itu pun langsung segera kita tindaklanjuti. Kita berkomunikasi dengan pihak terkait yakni Kementerian Kesehatan," ujar Dr. Adib kala ditemui di Gedung Dr R Soeharto, Kantor PB IDI, Jakarta Pusat, baru-baru ini.

Lebih lanjut, Dr. Adib mengatakan jika stok ketersediaan vaksin booster Covid-19 perlu dijaga. Selain punya peran penting yaitu memberikan perlindungan tambahan kepada masyarakat, di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung. Menurutnya, animo masyarakat untuk bisa divaksin dosis ketiga masih cukup tinggi.

"Saya rasa ini pernah kami sampaikan juga kepada Kementerian Kesehatan dan ini segera akan ditindaklanjuti, karena penting pada saat respon masyarakat masih tinggi terhadap vaksinasi booster,” imbuhnya.

Ia berharap Kemenkes sebagai pihak pusat, bisa menjamin ketersediaan vaksin Covid-19 booster agar terus aman, terutama dalam distribusinya ke daerah-daerah.

“Tolong ketersediaannya bisa terjamin, harus ada vaksin yang terdistribusi," tegas Dr. Adib singkat

Terkait cakupan vaksinasi booster, sejauh ini diketahui hanya tiga daerah atau Provinsi yang sudah tinggi capaian vaksinasi boosternya. Provinsi Bali, DKI Jakarta dan Kepulauan Riau. Bali menempati posisi tertinggi dengan persentase 69,8 persen, DKI Jakarta dengan 66,0 persen dan Kepulauan Riau mencapai 52,1 persen.

 BACA JUGA:Obat Cacar Monyet Direkomendasikan untuk Wilayah Jakarta, Apa Alasannya?

BACA JUGA:Peralihan Musim, Kasus DBD Meningkat hingga 87.501

1
2