Share

Studi: Bumil yang Sering Cemas, Bisa Tingkatkan Risiko Kelahiran Prematur

Astri Lawrensia, Jurnalis · Rabu 28 September 2022 08:00 WIB
$detail['images_title']
rasa cemas ibu hamil pengaruhi kondisi janin yang dikandung, (Foto: Freepik)

MENJALANI masa kehamilan memang tidaklah mudah, maka dari itu memang normal bagi setiap wanita yang sedang hamil jika sering merasa cemas dan khawatir selama masa kehamilannya.

Kecemasan pada ibu hamil dari waktu ke waktu ini bisa didorong berbagai faktor, mulai dari mengalami kekhawatiran yang kelahiran, keuangan, dan masih banyak lagi hal lainnya.

Tanda-tanda kecemasan pada ibu hamil, dapat mencakup kegelisahan, perasaan gelisah sepanjang hari dan tidak dapat berkonsentrasi karena kehamilan yang mereka alami.

Namun, sangat penting bagi ibu hamil untuk mengontrol dan menjaga perasaan cemas dan kekhawatiran tersebut. Pasalanya, menurut suatu studi penelitian dari University of California, Los Angeles yang diterbitkan oleh American Psychological Association, menemukan bahwa kekhawatiran dan kecemasan berlebih selama kehamilan dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur, mengutip Daily Mail, Rabu (28/9/2022).

Dalam studi tersebut, para peneliti menganalisis data dari 196 wanita hamil di Denver dan Los Angeles dengan rentang tahun 2013 dan 2018. Wanita hamil ini rata-rata berusia 31 tahun dan 55 persennya baru pertama kali hamil.

Penelitian kemudian menggunakan empat skala kecemasan yang berbeda, baik pada trimester pertama dan trimester ketiga kehamilan 196 wanita hamil tersebut. Responden diberi lima pertanyaan untuk kecemasan umum dan tiga pertanyaan untuk kekhawatiran khusus tentang kehamilan mereka seperti ketakutan tentang persalinan, pengasuhan anak, dan keuangan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa 12,5 persen wanita atau 25 peserta memiliki tingkat kecemasan yang signifikan secara klinis selama kehamilan.

Pada trimester pertama, mereka dengan kecemasan umum secara signifikan melahirkan lebih awal. Tetapi, pada trimester ketiga menunjukkan bahwa wanita yang secara khusus khawatir tentang kelahiran bayinya akan lebih mungkin melahirkan prematur karena kecemasan yang dialami ibu dapat meningkatkan kadar hormon stres pada ibu dan bayi.

Hal ini juga didukung oleh penelitian - penelitian sebelumnya yang menemukan sebanyak satu dari empat wanita hamil menderita gejala kecemasan seperti rasa takut dan khawatir yang terus-menerus dan mempengaruhi kehamilan mereka.

Dari hasil penelitian ini, peneliti sekaligus psikolog kesehatan, Dr. Christine Dunkel Schetter menyarankan agar wanita hamil selalu melakukan pemeriksaan dan skrining untuk kondisi tersebut.

Pasalnya, kecemasan adalah faktor risiko besar yang tak boleh diremehkan terhadap kehamilan. Gejala depresi pada ibu hamil harus selalu diperiksa di banyak rumah sakit dan tempat medis lainnya di seluruh dunia untuk mencegah komplikasi depresi pasca persalinan bagi ibu dan bayinya.

 BACA JUGA:Studi: Bayi Dalam Kandungan Bereaksi Terhadap Rasa dan Bau Makanan yang Dikonsumsi Ibu

BACA JUGA:Hasil Penelitian: Minum Segelas Susu Sehari Bantu Kurangi 10 Persen Risiko Diabetes

1
3